Press "Enter" to skip to content

Elite dan Ketua Umumnya Mencla-Mencle, Demokrat Diminta Gerindra Mundur dari Koalisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Prabowo dan SBY

Pertemuan antara Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono pada 02/05/2019 di Istana Merdeka, yang disusul dengan cuitan Andi Arief tentang ‘setan gundul’ yang memberi masukan sesat kepada Prabowo

pada akun twitternya tertanggal 05/05/2019, rupanya memantik rasa geram di kalangan Partai Gerindra.

Rasa geram itulah yang membuat Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono menyampaikan pernyataan yang mendiskreditkan Partai Demokrat dan Ketua Umumnya. Bahkan, Arief meminta agar Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur.

“Elite dan Ketua Umumnya kayak sserangga undur-undur. Mau mundur dari koalisi saja pake mencla-mencle segala. Monggo, keluar saja!” kata Arief di hadapan awak media pada 10/05/2019.

Bagi Arief, keluarnya Demokrat tidak akan memberi pengaruh bagi kubu Prabowo. Justru, kehadiran Demokrat selama ini malah menurunkan suara Prabowo. Waketum Gerindra ini juga menyampaikan bahwa jika Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur belum tentu akan memperoleh posisi di Koalisi Indonesia Kerja.

“Nasib Demokrat saya yakin akan seperti tokoh Aswatama. Setelah Perang Bharatayudha, nggak diterima dimana-mana. Kami ajak koalisi cuma kasihan aja waktu itu,” ujar Arief.

Tidak cukup sampai disitu, Arief juga menyampaikan bahwa sikap politik Demokrat yang abu-abu karena terkait dengan kasus korupsi pada masa pemerintahan SBY utamanya dugaan korupsi proyek Hambalang yang belum tuntas hingga kini. Lewat sikap politik yang ditunjukkan, kata Arief, SBY berusaha meminta jaminan hukum dari Jokowi. Namun, Arief berkeyakinan, permintaan SBY akan ditolak oleh Jokowi.

Menanggapi pernyataan Arief Poyuono, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari menyampaikan bahwa Demokrat masih tetap konsisten dalam mendukung pasangan capres nomor urut 02.

“Partai Demokrat masih konsisten bersama-sama partai koalisi dalam mengawal proses penghitungan suara di KPU serta memantau perkembangan di Bawaslu sampai penetapan pada 22 Mei 2019,” ujar Imelda pada 10/05/2019 di Media Center Prabowo – Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.