Press "Enter" to skip to content

4 Alasan yang Membuat Said Didu Mundur dari ASN

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Muhammad Said Didu

Pertanggal 13 Mei 2019, Muhammad Said Didu secara resmi mengajukan pengunduran diri dari ASN (Aparatur Sipil Negara) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) di BPP Teknologi (Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang menjadi tempatnya bertugas sejak tahun 1986.

Pendukung Prabowo – Sandi yang sangat vokal dalam mengkritisi pemerintahan Jokowi ini dalam surat pengunduran dirinya menyampaikan bahwa meski dirinya masih mempunyai sisa waktu 8 tahun sebelum memasuki masa pensiun pada tahun 2027, namun dia memilih untuk mengajukan berhenti sebagai ASN demi mendapatkan kemerdekaan berkiprah dan berpikir secara objektif.

“Alhamdulillah, selama menjadi PNS saya telah mencapai puncak karir, baik sebagai pejabat struktural maupun fungsional,” ujar Said yang telah mengabdikan diri sebagai ASN selama 32 tahun 11 bulan 24 hari, sebelum akhirnya mengajukan pengunduran diri.

Untuk jabatan struktural, Said Didu yang menghabiskan sebagian besar karirnya di BPP Teknologi, pernah menjadi pimpinan proyek, pimpinan pusat biteknologi, Kepala Subdir Peralatan dan Mesin (Eselon III) serta Direktur Teknologi Agroindustri (Eselon II).

Sedang untuk jabatan fungsional yang telah dia capai, diantaranya: Peneliti Madya Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (2001 – 2005) dan Perekayasa Madya Bidang Agroindustri (2011 – sekarang). Said juga beberapa kali mendapatkan penghargaan dari presiden, diantaranya: penghargaan Satya Lencana Pembangunan, Satya Lencana Karya X, XX dan XXX tahun.

“Sebagai PNS, meski masih punya hak pensiun sekitar  8 tahun lagi, tapi saya sudah capek. Saya mundur karena merasa sudah tidak mampu lagi menjalankan tugas secara baik sebagai peneliti,” terang Said yang juga menilai bahwa posisi PNS saat ini memiliki kecenderungan tidak bebas dalam berekspresi dan mengeluarkan ide terkait hal-hal yang diinginkan.

Said juga beranggapan bahwa posisi PNS saat ini sudah tidak sebebas dulu lagi, utamanya persoalan perbedaan pandangan dengan pemerintah. Persoalan itulah yang membuatnya lebih memilih meletakkan jabatan meski belum memasuki masa pensiun.

“Saya ingin mengembangkan kemampuan saya di ruang yang lebih luas, lebih hebat dan lebih oke, karena aturan bagi ASN saat ini sangat ketat, seolah ASN tidak boleh berbeda pendapat dengan pemerintah. Padahal dulu ASN boleh berbeda pendapat.”

Selain sejumlah alasan yang disampaikan di hadapan awak media pada 13/05/2019, dalam surat resmi pengunduran dirinya sebagai PNS, Said Didu menuliskan 4 alasan berikut yang membuatnya mengundurkan diri sebagai PNS.

Pertama, ingin menuangkan pemikiran secara objektif untuk melakukan perubahan dan perbaikan bangsa dan negara.

Kedua, agar tidak melanggar aturan dan melaksanakan aktivitas pengabdian dan pemikiran secara bebas.

Ketiga, memperluas tempat pengabdian dalam berbagai bidang, termasuk menjadi mitra bagi pemerintah, lembaga dan masyarakat.

Keempat, sebagai pertanggungjawaban moral bagi keluarga, pemerintah, masyarakat, bangsa dan negara. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.