Press "Enter" to skip to content

Presiden Cina Minta Asia Bersatu Bantu Negaranya Hadapi Perang Dagang dengan USA!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Xi Jinping serukan negara Asia bersatu membantu Cina menghadapi Amerika Serikat

Presiden Negeri Komunis Cina, Xian Jinping, menyerukan agar negara-negara Asia bersatu di tengah perang dagang antara negaranya dengan negara adidaya, Amerika Serikat. Dalam pidatonya pada Konferensi Peradaban Asia di Beijing, Jinping

mendesak negara-negara maju untuk mengizinkan peradaban lain juga tumbuh, mengembangkan diri sendiri.

“Kita harus membiarkan berbagai peradaban di dunia tumbuh mekar,” katanya.

Dia menambahkan bahwa seharusnya tidak ada benturan peradaban selama setiap pihak dapat menghargai setiap perbedaan.

South China Morning Post melaporkan bahwa Jinping memperingatkan untuk pemaksaan satu peradaban pada yang lain adalah tindakan bodoh dan bencana peradaban.

“Jika seseorang berpikir ras dan peradaban mereka sendiri lebih unggul dan bersikeras membentuk kembali atau mengganti peradaban lain, itu akan menjadi ide bodoh dan tindakan bencana,” lanjut pemimpin negeri yang saat ini juga melakukan intimidasi dan pemusnahan peradaban bangsa Uyghur.

Sebelumnya seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS Kiron Skinner menggambarkan persaingan strategis dengan China sebagai sebuah pertarungan antara dua peradaban dan ideologi yang berbeda.

Tanpa merujuk pada pernyataan itu, Xi berkomentar: “Kita harus menjunjung tinggi kesetaraan dan rasa hormat, meninggalkan kesombongan dan prasangka, memperdalam pengetahuan kita tentang perbedaan antara peradaban kita sendiri dan peradaban lain, dan mempromosikan dialog yang harmonis dan koeksistensi antar peradaban.”

AS dan China sementara ini terlibat dalam perang dagang. Xian Jinping sepertinya menginginkan bantuan negara-negara Asia untuk bersatu membantu Cina memenangkan pertarungan dengan AS.

Sumber: www.aa.com.tr

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.