Press "Enter" to skip to content

Dinilai Timbulkan Dampak Negatif yang Besar, BEM Jakarta Tolak Aksi People Power

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
BEM Jakarta Tolak Aksi People Power

Dengan mengatasnamakan diri BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Jakarta, ratusan mahasiswa lintas kampus membuat pernyataan penolakan terhadap aksi people power yang belakangan ramai dihembuskan.

Ratusan mahasiswa tersebut mengaku berasal dari 16 BEM, diantaranya BEM Uniersitas Islam Jakarta, BEM Universitas At Tahiriyah, BEM Universitas Az Zahra, BEM Universitas Islam As-syafiiyah, BEM UHAMKA, BEM Stebank Islam Jakarta, BEM UIN Syarif Hidayatullah, BEM Mpu Tantular, BEM Universitas Jaya Baya, BEM UIC, BEM UNTAG, BEM Unindra, BEM UBK, BEM Stemik Jayakarta.

Dalam pernyataanya, Koordinator Gerakan BEM Jakarta, Andi Prayoga menyampaikan, alasan mereka menolak gerakan aksi people power karena dinilai dapat mengancam keutuhan NKRI.

“Rencana people power tersebut kami tolak karena dapat membahayakan bangsa ini,” kata Andi dalam jumpa pers yang digelar pada 16/05/2019 di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selastan.

Jika landasannya hanya dugaan kecurangan Pemilu, rencana gerakan people power menurut Andi sebaiknya dibatalkan, dan pihak yang merasa dicurangi dan dirugikan selama pelaksanaan Pemilu, sebaiknya menempuh jalur hukum sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang.

“Kajian fokus terkait aksi perople power sudah kami lakukan. Dalam penilaian kami dampak negatifnya sangat besar. Gerakan people power dapat menimbulkan korban jiwa serta ketimpangan sosial,” kata Andi dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, BEM Jakarta meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terhadap ajakan people power, karena gerakan tersebut sarat akan kepentingan politik kelompok tertentu. Terlebih yang mempelopori gerakan tersebut adalah politisi.

“Yang menginisiasi bukan aktivis melainkan politisi, ini sarat akan kepentingan politik. Berbeda dengan gerakan 98, karena gerakan 98 diinisiasi oleh aktivis, bukan politisi,” tegas Andi.

Selain itu, Andi juga meminta kepada TNI dan Polri untuk mengantisipasi, melakukan pengamanan serta menegakkan hukum agar tercipta situasi yang damai dan kondusif.

“Mari kita rajut silaturrahmi dengan bersatu dan berkeluarga dalam bingkai NKRI,” harap  Andi. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.