Press "Enter" to skip to content

Aktivis ’98: Cendana Ada Dibelakang Gerakan People Power

  •  
  •  
  •  
  •  
Aktivis ’98

Aktivis ’98 mensinyalir ada dukungan dari keluarga Cendana terkait aksi people power yang akan digelar kubu Prabowo – Sandi untuk menolak hasil penghitungan suara yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Dugaan tersebut diungkapkan dalam sebuah puisi berjudul “Puisi Pesan Untuk Cendana: Kami Mimpi Buruk Bagi Kalian” yang ditulis Benny Rhamdani dan dibacakan dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di Graha Pena 98, Kemang Utara, Jakarta Selatan pada 20/05/2019.

“Dugaan kita, Cendana ada dibalik capres 02. Begitu juga dengan gerakan penolakan hasil Pemilu 2019. Hal tersebut bisa dilihat dari video Titiek Soeharto, kata Benny Rhamdani, sastrawan yang juga salah satu aktivis ’98.

Selain melalui puisi, Aktivis ’98 juga menyampaikan sikapnya terkait aksi people power melalui pernyataan tertulis yang dibuat oleh juru bicara Aktivis ’98 yaitu Hengkri Irawan dan Junaidi Wahab Talaohu.

Menurut mereka, aksi people power yang kemudian berganti istilah menjadi gerakan kedaulatan rakyat memiliki makna konten yang sama dengan memakai agama sebagai kedok untuk menghasut rakyat agar bersama-sama melakukan gerakan inkonstitusional. Karena itulah Aktivis ’98 sebenarnya berencana untuk mengawal proses pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang akan dilakukan oleh KPU.

“Kami yang tergabung dalam RNA ’98 (Rembuk Nasional Aktivis ’98) sejak Kamis, 16 Mei 2019, telah menyatukan tekad untuk mengawal demokrasi. RNA ’98 akan mewujudkan tekad tersebut dengan menggelar aksi menginap di KPU pada 21 – 22 Mei 2019. Aksi menginap tersebut bertujuan untuk mengawal demokrasi yang sedang diemban oleh KPU RI dengan melibatkan 5.000 aktivis ’98 yang datang dari 34 provinsi se-Indonesia,” demikian pernyataan tertulis dari Aktivis ’98.

Tujuan dari aksi RNA tersebut sebagaimana tertuang dalam pernyataan tertulis adalah untuk menegakkan marwah UUD 1945 sebagai konstitusi dasar yang saat ini sedang dirongrong oleh kelompok people power/gerakan nasional kedaulatan rakyat. Mereka menggunakan idiom-idiom politik kerakyatan, namun menafikan KPU RI sebagai institusi demokrasi hasil gerakan Reformasi 98.

“Hal itu tercermin dari tuduhan mengada-ada, bahwa KPU RI telah berbuat curang, dan bermacam hoax yang disebar untuk mendelegitimasi KPU RI,” demikian rangkaian kalimat yang masih diambil dari pernyataan tertulis Aktivis ’98..

Isu people power menurut Aktivis ’98 hampir sama dengan peristiwa kerusuhan yang terjadi pada bulan Mei 1998. Bedanya, jika kerusuhan pada bulan Mei 1998 dibuat oleh keluarga Cendana demi menjaga kekuasaan sedang aksi people power yang akan digelar pada 22 Mei 2019 demi mengkudeta kekuasaan.

“Namun, rencana aksi RNA ’98 belum dapat terlaksana, karena melalui komunikasi dengan Bapak Presiden RI, Ir.H. Joko Widodo hari ini, RNA ’98 mendapat arahan agar tidak menurunkan massa. RNA ’98 diminta menyerahkan semuanya pada mekanisme konstitusi. Sejak awal kami  telah berjuang bersama Presiden Jokowi yang kami anggap sebagai anak kandung reformasi. Untuk itu, RNA ’98 sedang Siaga I. Bertahan di tempat masing-masing, sambil menunggu arahan selanjutnya untuk siap turun bila situasi mendesak,” demikian pernyataan tertulis dari Aktivis ’98.

Adapun isi dari puisi karya Benny Rhamdani yang menyuarakan sikap dari Aktivis ’98 adalah sebagai berikut:

Puisi Pesan Untuk Cendana: Kami Mimpi Buruk Bagi Kalian

Jangan Gertak Rakyat dengan ancaman People Power mu…
Memangnya kalian siapa?
Memangnya kalian punya pengalaman apa?
Kecuali Kudeta berdarah terhadap Kekuasaan yang sah-Soekarno, Sang Proklamator Bangsa.

Jangan pernah gertak Rakyat dengan People Power mu…
Memangnya kalian siapa?
Memangnya kalian punya sejarah besar apa?
Buku mana yang dalam halamannya mencatat kalian adalah pejuang?

Kalian adalah orang-orang kalap karena kelaparan atas kekuasaan,
Kalian adalah orang-orang kalah yang tidak mau mengakui kekalahan,
Kalian adalah yang di tahun 98 kami kalahkan dan tumbangkan,

Demi Kekuasaan,
Kalian katakan Pemilu Curang.
Demi Kekuasaan,
Kalian bersekutu dengan kelompok radikal kanan,
Demi Kekuasaan,
Kalian halalkan segala cara untuk menang,
Demi Kekuasaan,
Kalian pimpin pemberontakan dengan alasan demi Kedaulatan,

Jangan Gertak Rakyat dengan People Power Kalian,
Memangnya kalian siapa?
Memangnya kalian punya pengalaman apa?
Kecuali Kudeta Berdarah terhadap Kekuasaan yang Sah-Soekarno Sang Proklamator Bangsa.

Wahai Cendana dan Para Politikus Bajingan,
Kami Aktivis ’98 tak akan pernah meninggalkan jalanan.
Kami Aktivis ’98 adalah mimpi buruk bagi kalian.

Wahai Cendana dan para politikus bajingan,
Jangan pernah bermimpi akan ada jalan bagi kalian, 
Kembali ke Istana untuk mengambil alih Tahta Kekuasaan…

Wahai Cendana dan Para Politikus Bajingan,
Kami Aktivis 98, adalah Mimpi Buruk bagi kalian..

Aktivis ’98
Graha Pena-20 MEI 2019
di Hari Kebangkitan Nasional. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.