Press "Enter" to skip to content

Alat Bukti Kasus Pelanggaran Pemilu yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif dari BPN Ternyata Hanya Print Out Berita Online

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kasus Pelanggaran Pemilu yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif

Salah satu dari lima kasus pelanggaran Pemilu 2019 yang dilaporkan BPN (Badan Pemenangan Nasional) telah disidangkan dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) memutuskan untuk menolak menindaklanjuti laporan tersebut.

Adapun laporan kasus pelanggaran Pemilu 2019 yang ditolak oleh Bawaslu tersebut adalah laporan tentang kasus pelanggaran Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM), Yang dilakukan oleh paslon capres nomor urut 01.

Pada pembacaan putusan pendahuluan dalam sidang kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 yang berlangsung di Kantor Bawaslu pada 20/05/2019, Ketua Bawaslu, Abhan menyampaikan bahwa laporan yang disampaikan BPN ditolak untuk ditindaklanjuti, karena alat bukti yang disertakan tidak cukup mendukung.

“Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif Pemilu terstruktur, masif, sistematis tidak dapat diterima. Demikian diputuskan pada rapat pleno Bawaslu,” kata Abhan.

Berdasarkan alat bukti yang dibawa BPN, Bawaslu berkesimpulan bahwa tidak ada pelanggaran Pemilu TSM yang dilakukan oleh terlapor. “Bahwa bukti print out berita online tidak dapat berdiri sendiri, tetapi harus didukung dengan alat-alat bukti yang lain berupa surat, dokumen ataupun video yang menunjukkan adanya perbuatan masif yang dilakukan terlapor yang  terjadi paling sedikit 50 persen dari jumlah daerah provinsi di Indonesia,” kata anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, dalam sidang.

Dengan dibacakannya putusan tersebut, maka kasus pelanggaran Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif sebagaimana yang dilaporkan BPN dinyatakan telah selesai dan ditolak untuk ditindaklanjuti karena tidak cukup bukti. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.