Press "Enter" to skip to content

Jadi Sorotan Dunia Internasional, Korban Kerusuhan 22 Mei Harus Jadi Prioritas Negara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pemakaman Muhammad Harun Al Rasyid

Tuntutan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap jatuhnya korban kerusuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa 22 Mei yang juga dikenal dengan Aksi 225 terus berdatangan dari segara penjuru. Tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri.

Tuntutan itu tidak hanya sebatas pengusutan tuntas terhadap aktor-aktor yang mendalangi peristiwa kerusuhan tersebut, tapi juga memberikan rasa keadilan kepada para korban yang jumlahnya tidak sedikit, yaitu delapan korban meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka. Terlebih dari korban yang meninggal dunia, dua diantaranya masih berusia anak-anak, yaitu Muhammad Harun Al Rasyid (14 tahun) dan Reyhan Fajri (16 tahun).

Banyaknya korban yang berjatuhan utamanya anak-anak itulah yang membuat media televisi berbahasa Arab dan Inggris “Al Jazeerah” yang berbasis di Doha, Qatar, menjadikan aksi 225 sebagai salah satu topik pemberitaannya.

Melalui wartawannya, Andrew Thomas, Al Jazeerah melakukan reportase dengan menampilkan para pegiat HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia yang meminta kepada aparat agar dilakukan investigasi serius dalam menangani aksi yang terjadi pada 21, 22 dan 23 Mei tersebut.

Karena dalam beberapa penanganan, diduga tidak sesuai dengan standar operasi petugas, diantaranya pemukulan dan perlakuan kasar dari petugas keamanan terhadap petugas medis pada saat aksi dan pemukulan yang dilakukan oleh petugas secara membabibuta terhadap seorang demonstran di Kampung Bali, yang juga ditayangkan dalam laporan yang dibuat Andrew untuk Al Jazeerah.

Selain itu, Andrew juga melakukan wawancara khusus dengan keluarga Reyhan Fajri, bocah berusia 16 tahun yang meninggal dunia akibat dari kerusuhan tersebut. Keluarga korban yang diwawancarai oleh Andrew diantaranya adalah ayah korban Agus Salim, ibu korban Nurhayati dan saudara perempuan korban Fitriani Soleha.

Aksi Kerusuhan 225

Pada akhir laporan, diceritakan bahwa keluarga Reyhan ingin mengetahui alasan dan penyebab anaknya menjadi korban dalam kerusuhan tersebut, karena sepengetahuan keluarganya Reyhan masih terlalu remaja dan belum termotivasi untuk berpolitik serta bukan bagian dari demonstran yang memprotes hasil penghitungan suara Pilpres KPU.

Menanggapi jatuhnya banyak korban pada kerusuhan aksi 225 yang membuat Indonesia menjadi sorotan dunia internasional, Wakil Ketua Komite I DPD RI yang membidangi persoalan politik, hukum dan HAM, Fahris Idris mengingatkan agar pemerintah memprioritaskan penanganan kasus tersebut, karena negara, baik presiden, parlemen, kepolisian maupun komisi negara independen yang terkait utamanya Komnas HAM, menjadi lembaga yang ikut bertanggungjawab dalam memberikan keadilan kepada para korban utamanya mereka yang meninggal.

“Keadilan bagi Harun, Reyhan serta korban lainnya harus segera dipenuhi negara. Jika negara berhasil memberi keadilan, maka bangsa ini akan dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Tapi jika hak keluarga korban untuk mendapatkan keadilan tidak terpenuhi, maka Indonesia akan distigma sebaliknya, dan ini sangat memalukan,” tegas Fahira pada 27/05/2019.

Untuk itulah, tambah Fahira, Komite I DPD RI meminta kepada Presiden agar lebih responsif dengan mengerahkan seluruh sumber daya negara dalam mengusut secara proporsional dan transparan terhadap jatuhnya korban dalam kerusuhan aksi 225. Negara harus dapat menyeret para pelaku yang merenggut nyawa korban, tidak terkecuali ‘otak’ kericuhan ke meja hijau.

“Ini masalah besar yang menyangkut martabat bangsa. Kami minta Presiden lebih tegas dan responsif. Negara harus hadir dalam memenuhi keadilan bagi para keluarga korban. Undanglah keluarga korban ke istana, berikan jaminan bahwa negara hadir. Saya rasa begitu harusnya laku seorang pemimpin,” papar Fahira.

“Hak-hak keluarga korban harus dipenuhi tanpa terkecuali. Ini harus jadi prioritas negara. Oleh sebab itu, ‘otak’ dan pelaku dibalik kericuhan harus merasakan ‘tajamnya pedang keadilan’,” tegas Wakil Ketua Komite I DPD RI ini. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.