Press "Enter" to skip to content

FPI Galang Dana untuk Pulangkan Rizieq Shihab

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rizieq Shihab bertemu dengan elite PKS di sela-sela melaksanakan ibadah umroh

Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro melemparkan kesalahan kepada Pemerintah Indonesia atas dicekalnya Imam Besar FPI Rizieq Shihab sehingga tidak bisa meninggalkan Arab Saudi karena overstay alias izin tinggal yang melampaui batas. Karena itu, denda sebesar Rp.110 juta yang harus dibayar Rizieq agar dapat kembali pulang ke Indonesia, menurut Sugito seharusnya dibayar oleh Pemerintah.

Namun demikian seandainya pemerintah tidak bersedia membayar, Sugito akan melakukan konsolidasi umat dengan melakukan penggalangan dana untuk membayar denda tersebut.

“Jika Pemerintah Indonesia tidak mau membayar, maka kami akan melakukan konsolidasi dengan saling membantu agar dapat membayar sejumlah itu,” ujar Sugito di kantornya pada 12/07/2019.

Meski denda yang harus dibayar tidak sedikit, Sugito berkeyakinan akan dapat mengumpulkan uang tersebut lewat konsolidasi dan saling membantu. “Rp.110 juta saya kira bukan sesuatu yang besar dan mahal, kalau umat melakukan konsolidasi.”

Ketua Bantuan Hukum FPI ini menyalahkan Pemerintah Indonesia atas dicekalnya Rizieq Shihab oleh Pemerintah Arab Saudi, karena sebelum batas waktu izin tinggal yang bersangkutan berakhir yaitu pada 20 Juli 2018, Rizieq sebenarnya sudah 3 kali mencoba untuk meninggalkan Arab Saudi pada 9, 12 dan 15 Juli 2018 untuk menyesaikan disertasinya di Malaysia.

Namun karena pada saat itu sudah dicekal, Rizieq pun tidak bisa keluar dari Arab Saudi. ”Jadi sebelum visa habis sudah dicekal. Setelah visa habis, menjadi overstay,” kata Sugito.

Pencekalan yang dilakukan sebelum overstay menurut Sugito menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia, karena pencekalan tersebut terjadi atas permintaan salah satu institusi kuat di Indonesia. “Saya selalu menegaskan, Habieb Rizieq overstay bukan karena kesalahan Habib.”

Sebagaimana diketahui Rizieq Shihab meninggalkan Indonesia dan bermukim di Mekkah, Arab Saudi, sejak pertengahan tahun 2017, tepatnya setelah terjerat kasus chat mesum. Meski pada bulan Juni 2018 kasus ini sudah dihentikan, namun Rizieq belum kunjung kembali ke Indonesia hingga saat ini.

Itu sebabnya Rizieq dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi dan diharuskan membayar denda sebesar Rp.110 juta jika ingin pulang ke Indonesia, karena Rizieq telah melanggar atau melampaui ijin tinggal alias overstay.

Sebagaimana dikutip dari newlandchase.com dan balglobal.com, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan overstay sejak Februari 2016. Berdasarkan aturan tersebut, pendatang yang datang dan tinggal di wilayah Arab Saudi melebihi masa berlaku visa, maka yang bersangkutan akan dikenai denda paling banyak 50 ribu riyal atau sekitar Rp.187 juta dan penjara paling lama 6 bulan. Hukuman tersebut juga berlaku bagi mereka yang membantu memperoleh visa.

Aturan overstay ini berlaku progresif, yaitu pada pelanggaran pertama didenda 15.000 riyal dan jika masih melanggar akan didenda 25.000 riyal serta hukuman 3 bulan penjara. Terakhir, jika masih melanggar untuk yang ketiga kalinya, maka akan didenda sebesar 50.000 riyal dan ancaman hukuman paling lama 6 bulan penjara serta dideportasi.

Mereka yang telah dideportasi tidak boleh berkunjung lagi ke Arab Saudy selama 5 tahun sejak dideportasi, bahkan tidak menutup kemungkinan akan dilarang seumur hidup. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.