Press "Enter" to skip to content

Fadli Zon Curigai Wiranto Mainkan Sandiwara untuk Amankan Posisi Menteri

  •  
  •  
  •  
  •  
Fadli Zon

Dengan kalimat menohok, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyampaikan kecurigaanya terhadap Menteri Koordonator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto yang dianggap telah menggelar sandiwara untuk dapat mengamankan posisinya sebagai menteri di tengah-tengah suasana pembentukan kabinet yang akan dilakukan Presiden.

Ucapan pedas Fadli Zon tersebut disampaikan menyusul dilaksanakannya pembacaan ikar oleh 14 anggota keluarga besar Harokah Islam atau eks DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dan eks NII (Negara Islam Indonesia).

Pembacaan ikar tersebut bertempat di Gedung Kementrian Polhukam, Jakarta Pusat pada 13/08/2019, dan dihadiri langsung oleh Wiranto.

Menurut politikus Gerindra ini, merupakan sesuatu yang aneh saat masih ada eks DI/TII dan NII mengucapkan ikar  untuk setia kepada NKRI (Negara Kedaulatan Republik Indonesia), karena sudah sejak lama DI/TII dan NII telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Wiranto Berpelukan dengan Eks Anggota DI – TII

“Waduh, kok ada lagi? Yang baru lagi? Setahu saya, mereka (DI/TII dan NII) sudah sejak lama sumpah setia kepada NKRI. Itu sudah beres dari tahun ‘70an. Menurut saya, nggak perlu lagi diada-adakan,” ujar Fadli  pada 14/08/2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Wakil Ketua DPR RI ini curiga, acara tersebut sengaja digelar karena akal-akalan Wiranto untuk dapat dipilih lagi sebagai menteri pada kabinet 2019 – 2024. Wiranto berusaha menarik simpati Presiden dan juga masyarakat lewat pengucapan ikrar eks DI/TII dan NII tersebut.

“Sebagai orang sejarah, saya tidak melihat sesuatu yang baru. Janganlah ini dijadikan proposal untuk bisa diangkat lagi menjadi menteri,” sindir Fadli.

Fadli juga menegaskan bahwa masyarakat yang dahulu menjadi pendukung DI/TII dan NII, sudah bukan ancaman lagi bagi keutuhan NKRI, karena sudah lama mereka kembali ke pangkuan Indonesia.

Malahan tidak sedikit dari eks anggota DI/TII dan NII yang saat ini menduduki jabatan-jabatan penting pada pemerintah daerah setempat. “Mereka sudah menjadi bagian pemerintahan, seperti menjadi lurah dan camat. Sudah selesai dan jangan diungkit-ungkit lagi karena justru akan menjadi pemicu perdebatan baru,” terang Fadli Zon. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.