Press "Enter" to skip to content

Gagal Bayar Utang, Diam-Diam China Telah Ambil Alih Bandara Udara Zambia!

  •  
  •  
  •  
  •  
Kenneth Kaunda International Airport resmi dioperasikan oleh China

Tanpa banyak berita dan promosi, China secara resmi telah mengambil alih bandara udara Zambia sebagai bagian dari perjanjian pembayaran utang yang melilit negeri yang terletak di tengah-tengah benua afrika tersebut.

Banyak orang Afrika khawatir dengan meningkatnya kehadiran Cina di benua itu. Tetapi seberapa banyak China benar-benar terlibat dan menyebar disana? Sebuah catatan perjalanan ke Zambia untuk menyelidiki bagaimana Tiongkok mengambil kendali atas infrastruktur utama menjadi bukti yang tidak terbantahkan.

Bahasa Mandarin dapat didengar di setiap sudut bandara Kenneth Kaunda Lusaka, karena diucapkan oleh hampir separuh penumpang yang melewati gedung. Di luar kompleks, sebuah papan iklan besar yang mempromosikan konglomerat konstruksi China Jiangxi International menyambut pengunjung. Jalan dari bandara ke pusat kota ibukota dipenuhi dengan papan iklan bertuliskan nama perusahaan Cina.

Ini menggambarkan dampak nyata di lapangan akibat menjadikan Cina sebagai mitra bisnis Zambia. Meningkatnya investasi Cina di negara yang terkurung daratan menjadi sepuluh kali lipat dalam dekade terakhir, mudah untuk menyimpulkan bahwa Cina memiliki pengaruh dan kontrol yang kuat pada ekonomi Zambia.

Namun, detail berbagai kesepakatan antara Beijing dan Lusaka ini tidak mudah didapat. Proyek-proyek itu tidak dipublikasikan, tidak melalui audit, dan tidak diperiksa dengan baik oleh lembaga terkait, termasuk parlemen. Berikut adalah beberapa contoh proyek dan nilai utang dari beberapa tahun terakhir.

Copperbelt C400 Roads 418 million dollar (2015)
Chipata – Serenje Railway line 2,3 billion dollar (2017)
Mongu – Kalabo Road 287 million dollar (2011)
2.000 Military houses 157 million dollar (2017)
Mansa – Luwingu Road 242 million dollar (2012)
Mbala – Nakonde Road 180 million dollar (2011)
Lusaka Sanitation Project 130 million dollar (2015)
Kafubu water project 104 million dollar (2014)
National Heroes Stadium 94 million dollar (2011)
Levi Mwanawasa project 90 million dollar (2015)
Kafulafuta Dam water project 449 million dollar (2017)
Housing project Security 275 million dollar (2015)
Kenneth Kaunda International Airport 360 million dollar (2015)
Kafu Gorge Lower Powerplant 1,7 billion dollar (2015)
Kariba North Bank Powerplant 430 million dollar (2015)
Lusaka L400 Rods 300 million dollar (2013)
Copperbelt International Airport 400 million dollar (2017)
Lusaka de-congestion 286 million dollar (2017)
Communication Towers TopStar 280 million dollar (2017)

Meskipun statistik resmi terbaru menyebutkan jumlah orang Cina yang tinggal di negara itu hanya sekitar 20.000 orang, banyak warga Zambia merasa kewalahan dengan kehadiran orang Cina. Beberapa orang Cina sedang melakukan perdagangan skala kecil, sehingga berbenturan dengan penduduk setempat.

Baca juga: Mombasa Port Kenya, Jatuh Ke Tangan China?

“Orang Cina telah mengambil bisnis yang dilakukan masyarakat setempat,” kata mantan Menteri Informasi Kambwili. “Bahkan pemeliharaan ayam dan pemanggangan jagung dilakukan oleh orang Cina.”

“Saya tidak akan terkejut jika, dalam tiga atau empat tahun ke depan, kita akan memiliki menteri yang berasal dari Cina,” katanya.

Sumber: allafrica.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.