Press "Enter" to skip to content

Polisi Bersenjata Kejar dan Pukuli Pro-Demokrasi Hong Kong

  •  
  •  
  •  
  •  
Polisi bersenjata menerobos kerumunan demonstran pro-demokrasi Hong Kong

Pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong dalam aksinya minggu ini harus menghadapi serbuan polisi bersenjata yang menerobos ke stasiun metro bawah tanah dan memukuli mereka dengan pentungan serta semprotan merica.

Adegan-adegan tersebut tampaknya akan terus menjadi tontonan pada pekan-pekan berikutnya mengingat kesabaran para pengunjuk rasa yang juga sudah habis menghadapi kebisuan eksekutif pro Beijing menanggapi tuntutan mereka.

Sabtu kemarin polisi telah menolak izin demonstrasi menandai tahun kelima keputusasn rejim komunis China menentang pemilihan umum yang sepenuhnya demokratis di Hong Kong, tetapi pengunjuk rasa tetap turun ke jalan.


Kesabaran rakyat Hong Kong pro-demokrasi tersulut menjadi kemarahan yang besar setelah aksi kekerasan yang dilakukan aparat. Mereka membalas dengan memprovokasi aparat dan menghalangi polisi yang mencoba menerobos berulang kali.

Taktik Hit and Run
Sepertinya rakyat Hong Kong sadar tidak mungkin bisa menghadapi kekerasan aparat bersenjata secara langsung. Mereka biasanya menghilang mundur begitu petugas anti huru hara masuk, menghindari bentrokan langsung untuk kemudian muncul lagi ditempat-tempat berikutnya.

Namun larut malam, video dari penyiar TVB Hong Kong menunjukkan polisi di peron stasiun kereta bawah tanah Pangeran Edward mengayunkan pentungan pada penumpang yang mundur ke salah satu ujung gerbong kereta. Video itu juga memperlihatkan semprotan merica ditembakkan melalui pintu terbuka pada kelompok yang duduk di lantai sementara satu orang mengangkat tangannya.

Baca juga: Gagal Bayar Utang, Diam-Diam China Telah Ambil Alih Bandara Udara Zambia!

Tidak jelas apakah semua penumpang kereta bawah tanah adalah pengunjuk rasa. Polisi mengatakan mereka memasuki stasiun untuk melakukan penangkapan setelah pengunjuk rasa menyerang orang lain dan merusak properti di dalamnya. Video TVB secara luas dibagikan di media sosial sebagai contoh lain dari kebrutalan polisi selama protes. Kerumunan yang marah berkumpul di luar Pangeran Edward dan di dekat stasiun Mong Kok, di mana polisi berdalih mereka melakukan penangkapan setelah pengunjuk rasa merusak pusat layanan pelanggan dan merusak mesin tiket.

Sumber: sbs.com.au

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.