Press "Enter" to skip to content

Carrie Lam Akhirnya Penuhi Satu Tuntutan Aksi Pro-Demokrasi!

  •  
  •  
  •  
  •  
sd

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam akhirnya mengumumkan pembatalan resmi undang-undang ekstradisi yang memicu kerusuhan selama berbulan-bulan

dan telah membuat kota yang dikuasai China itu memasuki perioda terburuk dalam beberapa dekade.

Protes di negeri bekas jajahan Inggris itu dimulai Juni lalu atas munculnya RUU Ekstradisi, yang akan memungkinkan ekstradisi hukum ke Cina daratan di mana pengadilan akan dikendalikan oleh Partai Komunis. Hal ini bertentangan dengan prinsip “One Country Two System”, karena China secara perlahan-lahan menginfiltrasi system Hong Kong dan menjadikannya satu sistem.

Baca juga: Media China Serang Twitter dan Facebook Karena Tutup 200.000 Akun Palsu.

RUU Ekstradisi adalah pemicu dari luapan masyarakat Hong Kong yang ingin menerapkan demokrasi secara benar dan bukan dibawah tekanan Beijing.

Namun demikian, belum diketahui apakah setelah pengumuman tersebut akan membantu mengurangi aksi unjuk rasa pro-Demokrasi yang juga menuntut Carrie Lam mundur dari tampuk pimpinan eksekutif.
Sumber: nbcnews.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.