Press "Enter" to skip to content

Dua orang masuk rumah sakit setelah bentrok dengan Polisi!

  •  
  •  
  •  
  •  
Sebuah video yang merekam aksi polisi menahan pengunjuk rasa di stasiun metro Hong Kong, 3 September 2019

Dua orang telah berada dalam kondisi stabil di rumah sakit pada Rabu ini setelah polisi Hong Kong bentrok dengan demonstran pro-demokrasi semalam, karena kerusuhan yang telah mencengkeram kota yang dikuasai Cina tersebut.

Polisi anti huru hara menembakkan senjata dan menggunakan semprotan merica untuk membersihkan para demonstran dari luar kantor polisi Mong Kok dan di stasiun metro Prince Edward, dengan seorang pria dibawa keluar dengan tandu dengan masker oksigen di wajahnya, demikian yang sempat ditunjukkan oleh sebuah rekaman video.

Video-video yang memperlihatkan pria itu ditangkap oleh polisi di kantor itu telah dibagikan secara luas di media sosial dengan kelompok-kelompok protes dan para aktivis mengatakan itu adalah bukti kebrutalan polisi yang menurut mereka tersebar luas dan perlu diselidiki.

Polisi, yang telah berulang kali membantah menggunakan kekuatan berlebihan, tidak segera menanggapi permintaan pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Tiga pria, berusia antara 21 dan 42 tahun, dibawa ke Rumah Sakit Kwong Wa Selasa malam, kata seorang juru bicara otoritas rumah sakit.

Dua, termasuk pria yang ditarik keluar dari stasiun Pangeran Edward, berada dalam kondisi stabil dan satu telah dipulangkan katanya.

Baca juga: Demonstrant Hong Kong, “Demonstrasi Damai Percuma, Pemerintah Tuli dan Buta”
Ratusan ribu orang turun ke jalan sejak pertengahan Juni dalam berbagai protes keras yang menyerukan demokrasi yang lebih besar di bekas jajahan Inggris itu, yang memberikan tantangan langsung kepada pemerintah pusat Cina di Beijing.

Polisi setidaknya telah menangkap lebih dari 1.100 orang sejak protes dimulai.

Wartawan Inginkan Penjelasan Polisi Tembak Jurnalis

Sementara itu Aliansi Jurnalis Hong Kong hari ini mengecam keras” polisi karena upaya menghambat kegiatan reportase di lokasi-lokasi seperti transportasi umum dalam tujuh hari terakhir. Namun polisi berdalih dan membuat tuduhan balik bahwa wartawan menghalangi petugas polisi.


Aliansi jurnalis tersebut mendesak polisi untuk memberikan penjelasan yang masuk akal.

Mereka juga meminta Ketua eksekutif Hong Kong pro Beijing, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor, dan Komisaris Polisi, Stephen Lo Wai-chung, untuk segera bertindak dan menghentikan penyalahgunaan kekuasaan.

Sumber: reuters.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.