Press "Enter" to skip to content

Aliansi Jurnalis Independen Indonesia Kecam Intervensi Pelarangan Liput Berita!

  •  
  •  
  •  
  •  
Intervensi pejabat terhadap pemberitaan kasus rasialis yang menimpa warga Papua di Jawa Timur

Beberapa waktu lalu sejumlah wartawan di Jawa Timur, telah diminta oleh pihak berwenang untuk tidak meliput protes terhadap diskriminasi di Papua.

Hal ini memicu ketimpangan berita yang tidak seharusnya terjadi.

Bersama-sama dengan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia untuk mengecam keras segala upaya pembatasan media dan mendesak semua pihak untuk menghormati independensi para jurnalis.

Selama hampir tiga minggu, media di Indonesia melaporkan demonstrasi menentang pelecehan ras terhadap pelajar Papua di Surabaya, Jawa Timur. Salah satu protes telah terjadi di Jember, pada hari Rabu, 28 Agustus.

Sebelum demonstrasi, wartawan didekati oleh pihak berwenang, baik petugas keamanan dan pejabat kota secara langsung atau melalui pesan kelompok. Mereka meminta wartawan untuk tidak meliput protes. Jika para jurnalis masih ingin mempublikasikan liputan mereka, pihak berwenang mengatakan kepada mereka untuk lebih “selektif” dalam mewartakan pesan dari para pengunjuk rasa.

AJI telah mengutuk intervensi dan mengingatkan pihak berwenang untuk menghormati hak-hak jurnalis. Informasi yang didapat mengenai masalah masalah Papua adalah berdasarkan fakta lapangan. Di Indonesia, kebebasan pers, termasuk untuk melayani hak publik untuk mengetahui telah dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Indonesia No.40 tentang Pers. Hukum juga bertindak sebagai perlindungan untuk memastikan tidak ada sensor bagi media.

“Kami mendesak semua pihak untuk memungkinkan para jurnalis untuk bekerja secara bebas dan menghentikan intervensi wartawan dan media. Kami juga meminta rekan jurnalis kami untuk mengikuti dan mematuhi kode etik ketika mereka meliput protes dan tidak membeda-bedakan atau memberikan prasangka dan stigma terhadap satu etnis. Menerapkan jurnalisme perdamaian dalam meliput konflik juga merupakan salah satu prinsip utama yang harus dilakukan wartawan dalam situasi saat ini, ”kata salah seorang perwakilan AJI.

IFJ mengatakan: “Kami mendukung AJI dalam memanggil pihak berwenang untuk berhenti memasukkan agenda mereka ke meja redaksi. Jurnalis tidak boleh didikte pada topik yang mereka liput. Kami mendesak semua pihak untuk melindungi kebebasan pers di Indonesia dan independensi ruang redaksi. ”

Sumber: ifj.org

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.