Press "Enter" to skip to content

Tidak Selayaknya PAN Mencari Ketua Umum dari Luar Partai!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sandiaga Uno dan Zukifli Hasan

Meski pelaksanaan Kongres V PAN baru berlangsung sekitar bulan Maret – April 2020, namun wacana sosok ketua umum yang menjadi suksesor Zulkifli Hasan sudah mulai ramai diperbincangkan.

Ironisnya, nama-nama yang hangat diperbincangkan tersebut bukan kader partai melainkan tokoh-tokoh nasional di luar PAN yang diharapkan dapat mendongkrak suara PAN pada Pemilu 2024, diantaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dan yang paling diharapkan adalah mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Besarnya harapan agar Sandiaga Uno dapat bergabung dengan partai berlambang matahari terbit ini sempat dilontarkan oleh beberapa orang petinggi PAN, salah satunya adalah Sekjen PAN Eddy Soeparno.

“Jika Sandi bersedia menjadi kader PAN, maka kita akan menggelar karpet biru untuk menyambutnya,” kata Eddy yang merasa yakin kehadiran Sandi akan dapat diterima di internal PAN, karena mantan Wagub DKI Jakarta tersebut secara batiniyah sudah menjadi bagian dari keluarga besar PAN.

Lampu hijau terhadap orang-orang di luar partai untuk menjadi Ketua Umum PAN juga sempat dilontarkan oleh Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Menurutnya, internal PAN akan menyambut baik kehadiran mereka sepanjang mereka menjadi kader PAN terlebih dahulu sebelum bertarung di kongres.

“Misalnya Pak Sandiaga Uno (mau masuk PAN), wah, itu karpet biru kita siapkan,” kata anggota DPR dari Dapil Banten ini di Ruang Fraksi PAN, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Harapan sejumlah petinggi PAN akan hadirnya sosok-sosok di luar partai untuk menakhodai PAN menurut Direktur Eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC (Political Communication Studies and Research Centre) Andriadi Ahmad, disebabkan munculnya kegamangan di kalangan internal PAN.

Penyebab dari kegamangan tersebut, pertama terjadinya stagnasi perolehan suara pada setiap pelaksanaan Pemilu yang membuat perolehan suara PAN terus merosot dan dilampaui oleh partai-partai lain yang usianya lebih muda, seperti Gerindra, Nasdem dan PKS.

Disisi lain, tokoh-tokoh PAN termasuk Amien Rais tidak dapat mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2024 nanti, sehingga munculah opsi untuk membentangkan karpet hijau bagi tokoh-tokoh di luar PAN untuk dicalonkan sebagai Ketua Umum PAN periode  2020 – 2025.

“PAN sedang berada dalam dilema kegamangan. Perolehan suara yang stagnan dari Pemilu ke Pemilu menjadi beban pikiran bagi elite PAN untuk mendapatkan solusi guna mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2024. Karena itulah PAN membentangkan karpet biru dan membuka peluang bagi tokoh-tokoh potensial untuk menahkodai PAN,” terang Andriadi Ahmad.

Masuknya orang-orang dari luar partai untuk meramaikan bursa calon Ketua Umum PAN, ternyata tidak ditanggapi dengan positif oleh semua kader partai, beberapa diantaranya bahkan ada yang menolak. Salah satu yang memberikan respon negatif tersebut adalah Putra Jaya Husain, salah satu pendiri PAN yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan PAN.

Secara khusus Putra menyoroti lamaran sejumlah elite PAN terhadap Sandiaga Uno yang menurutnya kurang etis karena yang bersangkutan secara resmi masih belum keluar dari Partai Gerindra.

“Teman-teman PAN sebaiknya tidak lagi mendekati Mas Sandi dan mengajak bergabung dengan PAN, karena mengajak kader Parpol lain merupakan tindakan yang kurang etis,” kata Putra.

Upaya sejumlah elite PAN untuk mengusung calon Ketua Umum dari luar partai menurut Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno juga tidak selayaknya dilakukan, karena PAN selama ini dikenal sebagai partai dengan kaderisasi yang baik.

“PAN itu partai lama dengan stok kader yang berlimpah. Tidak perlu terpengaruh dengan outsider yang tidak ada kaitannya dengan PAN. Masih banyak stok kader di PAN seperti Drajat Wibowo, Hanafi Rais serta yang lain,” terang Adi.

Akademisi dari UIN Jakarta ini memang tidak memungkiri bahwa Sandi memiliki modal yang luar biasa dan bisa diharapkan untuk dapat mendanai PAN kedepan serta mempunyai basis massa yang besar untuk dapat mendongkrak perolehan suara PAN pada Pemilu 2024.

Namun, jika Sandi berlabuh di PAN akan dapat memunculkan ketegangan antara PAN dengan Gerindra. Selain itu Adi menilai bahwa masa depan PAN akan tidak bagus jika menerima tokoh dari luaruntuk menjadi Ketua Umum Partai.

“Tidak perlu melirik outsider untuk digadang menjadi Ketua Umum. Itu nggak bagus bagi PAN kedepan,” ujar Adi pada 8/9/2019. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.