Press "Enter" to skip to content

China Kerahkan Pasukan Perang Cyber Atasi Perlawanan Hong Kong

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Wumao, pasukan cyber rejim China menyebar keseluruh penjuru sosial media

Pemerintah Cina telah memulai melakukan kampanye propaganda yang agresif dari segala penjuru untuk menggambarkan pemrotes Hong Kong sebagai

kelompok ekstrim, garis keras dan disponsori oleh tangan-tangan asing. Rejim Beijing menyerukan para pemuda-pemuda China daratan dan penggiat sosial media untuk membantu kampanye ini dari belakang komputer mereka secara sukarela.

Dua kelompok penggiat sosial media telah menjawab seruan ini. Kelompok “Fangirls” yang kebanyakan berisi wanita muda yang melakukan mobilisasi online berupa penggiringan opini untuk kepentingan aktor favorit dan idola pop mereka adalah salah satu yang bereaksi. “Diba”, komunitas internet nasional yang bertujuan mengejar orang-orang yang mereka anggap menyinggung orang-orang China, biasanya dicirikan dengan postingan-postingan komentar di setiap halaman media sosial dengan pesan-pesan semangat nasionalis china dan seringkali kasar dalam berkomunikasi.

Lembaga penyiaran Lembaga penyiaran, surat kabar, dan “liga pemuda komunis China” semuanya menawarkan dukungan untuk kegiatan ini.

Hal ini diutarakan oleh Fang Kecheng, asisten profesor di Universitas Cina Hong Kong.
“Departemen propaganda Tiongkok sekarang ingin memiliki perang yang lengkap, sehingga mereka mengambil keuntungan dari apa pun yang dapat membantu mereka,”

“Apa yang baru adalah “Diba dan Fangirls menerima pengakuan formal dan dukungan eksplisit dari partai (komunis).”

Perantau Cina daratan di luar negeri juga telah didorong oleh media pemerintah China untuk mendukung Beijing melalui demonstrasi balasan melawan protes Hong Kong. Mulai dari London hingga Australia, demonstrasi tandingan mengatasi perlawanan Hong Kong mendapat dukungan penuh dari Beijing.

David Bandurski, co-director China Media Project di University of Hong Kong mengemukakan bahwa pemerintah Cina daratan telah mengaktifkan semua jaringan media sosial untuk mengatasi perlawanan Hong Kong. Sebuah acara televisi misalnya menyalurkan berita-berita satir dan seringkali memuji-muji patriotik Cina daratan.

Baca juga: Media China Serang Twitter dan Facebook Karena Tutup 200.000 Akun Palsu.

Beberapa kelompok penggiat media sosial juga telah menggunakan youtube dalam propagandanya. Meski di China daratan Youtube diblock, namun mereka menggunakan media ini untuk memposting video musik rap yang menyebut “kemunafikan Amerika” di Hong Kong. “Kami adalah polisi China, dan polisi Hong Kong adalah bagian dari keluarga kami.

Pada bulan Agustus lalu, Twitter menutup sekitar 200.000 akun spam yang isinya berupa opini dan propaganda yang diduga dikendalikan oleh rejim Beijing. Terdapat setidaknya 936 akun yang dengan sengaja dan secara khusus berupaya menabur perselisihan politik di Hong Kong. Sementara YouTube mulai menandai konten serupa di situsnya.

Sumber: ozy.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.