Press "Enter" to skip to content

Kabut Asap Ancam Balap F1 di Singapura, Jokowi Perintahkan Jajarannya Tuntaskan Masalah Karhutla

  •  
  •  
  •  
  •  
Kabut asap menyelimuti ikon pariwisata Singapura di distrik Marina Bay seperti Hotel Marina Bay Sands, Museum Seni dan Sains Singapura, dan kincir angin raksasa Singapore Flyer, Sabtu siang 14-9-2019

Pelaksanaan rangkaian balap F1 di Singapura yang menurut rencana akan digelar pada 20 – 22 September 2019 di Sirkuit Marina Bay terancam batal digelar karena langit Singapura dipenuhi kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru Riau.

Bagi negara-negara tetangga Indonesia, termasuk Singapura, kabut asap dari Riau sebenarnya merupakan masalah tahunan. Namun kondisi yang ada sekarang terasa semakin parah karena kabut asap tersebut berbarengan dengan datangnya cuaca yang sangat kering.

“Kondisi kabut asap di Singapura semakin memburuk pada sore ini. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya pertemuan angin di wilayah terdekat yang membuat kabut asap dari Sumatera lebih banyak yang masuk ke Singapura,” demikian pernyataan yang disampaikan NEA (Badan Lingkungan Nasional Singapura) pada 14/9/2019.

Menurut NEA, sebagian besar wilayah Singapura kondisi udaranya sudah mencapai angka 108 batas indeks PSI (toleransi polusi udara). Padahal, kondisi udara yang tergolong  tidak sehat berada pada angka 101 – 200 psi.

Kabut asap tersebut belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, mengingat api karhutla di kawasan Pekanbaru hingga kini masih belum dapat dipadamkan.

Semakin melebarnya kawasan hutan dan lahan yang dimakan api, membuat Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi guna menangani karhutla yang menyebabkan terjadinya kabut asap di Provinsi Riau dan beberapa negara tetangga.

“Presiden telah memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Monardo, Kapolri Jenderal Tito karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui sambungan telepon pada Jumat malam, 13 September 2019, agar berkoordinasi terkait penanganan karhutla di wilayah Provinsi Riau,” terang Kepala Biro Pers Media dan  Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini dalam siaran pers, Sabtu 14/9/2019.

Kabut Asap di Pekanbaru, Riau

Sementara itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam penjelasan yang disampaikan kepada Biro Pers Sekretariat Presiden mengatakan bahwa TNI telah membuat hujan buatan dengan menggunakan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) di wilayah yang terkena dampak karhutla.

“Hasil dari hujan buatan akan berlangsung hari ini (Jumat,13/9/2019) di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau,” kata Panglima TNI.

Ditambahkan oleh Hadi bahwa langkah untuk membuat hujan buatan akan kembali dilakukan dengan skala yang lebih besar lewat pengiriman tambahan pesawat CN-295. “Kami tambah pesawat untuk menebar garam langsung 3,5 ton sekaligus dengan menggunakan pesawat CN-295,” papar Hadi.

Selain itu, menurut pengakuan Panglima TNI ini, beberapa waktu yang lalu dia bersama dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah terjun langsung ke lapangan guna menangani karhutla.

Penjelasan lain disampaikan oleh Kepala BMKG yang menyebutkan adanya potensi hujan di Riau pada hari ini. Sementara Kepala BNPB melalui keterangan persnya pada 14/9/2019 menyampaikan langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah dalam memadamkan hutan dan lahan.

Salah satu langkah tersebut menurut Doni Monardo dengan meminta kepada seluruh elemen, utamanya pejabat-pejabat daerah setingkat Bupati, Walikota, Camat, Lurah hingga RT-RW, agar bersinergi dalam membantu penanggulangan karhutla.

“Kita tidak ingin kehabisan energi, tenaga, uang, biaya dan sebagainya hanya karena penanganan belum optimal. Sekali lagi saya berharap kepada bupati, walikota, camat dan lurah agar lebih perduli,” kata Kepala BNPB yang saat ini sedang berada di Pekanbaru bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memimpin langsung penanggulangan karhutla. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.