Press "Enter" to skip to content

Tik Tok Berkemungkinan Sensor Postingan Pengunjuk Rasa Pro-Demokrasi!

  •  
  •  
  •  
  •  

Ketika media-media konvensional melakukan mal praktek hanya menjadi corong pemerintah atau bahkan berdiam diri terhadap setiap peristiwa

penting yang melibatkan masyarakat, maka media sosial menjadi media masyarakat di dunia maya.

Setiap kejadian penting sekecil apapun bisa ditemukan di media sosial seperti Facebook, Instagram atau Twitter. Ketika misalnya mencari berita berupa video pendek berupa kekerasan polisi saat bentrokan dengan pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong, maka media sosial populer tersebut akan menunjukkan ribuan hasil dokumentasi yang diposting oleh netizen.


Namun ketika hal yang sama dilakukan menggunakan media sosial populer TikTok, hanya beberapa video tentang kerusuhan yang ditemukan. Hal ini memicu kecurigaan aplikasi milik China ini berkemungkinan menyensor hal-hal yang berbau protest, demikian menurut laporan dari Washington Post.

TikTok, yang dikembangkan pada 2016 oleh perusahaan teknologi Cina ByteDance, telah menikmati kenaikan yang sangat cepat. Aplikasi video viral itu diunduh lebih dari 1 miliar kali secara global tahun lalu, melampaui Facebook dan Instagram dalam jumlah pemasangan, menurut situs analytics Sensor Tower.


TikTok mengatakan telah mengikuti pedoman moderasi konten yang sama dengan aplikasi lain di Amerika Serikat, tetapi belum mengungkapkan bagaimana mengatur kontennya, kata produser senior CNET, Dan Patterson kepada CBSN. “Ada banyak ketidakjelasan tentang apa yang mereka saring dan bagaimana mereka menyaringnya,” katanya.

Sumber: https://www.cbsnews.com/news/tiktok-may-be-censoring-hong-kong-protests-says-washington-post-report/

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.