Press "Enter" to skip to content

Demonstran Gunakan Helm Dan Payung Lindungi Diri Dari Kebrutalan Polisi!

  •  
  •  
  •  
  •  

Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong menggunakan segala cara untuk melindungi dirinya dari kemungkinan serangan brutal aparat. Helm, kacamata,

masker, dan payung adalah barang terlaris yang dicari beberapa bulan terakhir.

Demonstrasi yang berawal dari penentangan RUU Ekstradisi kontroversial yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan Cina, berubah menjadi seruan untuk reformasi demokrasi yang lebih besar disamping tuntutan-tuntutan lain yang muncul semenjak Carrie Lam, pemimpin eksekutif Hong Kong pro Beijing mengabaikan mereka.

Diskon untuk pelajar dan pengunjuk rasa
Hingga minggu kemarin aksi protest meningkat dan memunculkan bentrokan di kedua sisi. Para pengunjuk rasa tidak mau ketinggalan dan merasa harus melindungi dirinya dari kemungkinan aksi brutal aparat yang dipersenjatai dengan peralatan lengkap.


Awal pekan ini saja, polisi Hong Kong dilaporkan telah merangsek memasuki mall hingga stasiun bawah tanah mengejar pengunjuk rasa dan menembakkan gas air mata serta peluru karetdari jarak dekat. Puluhan bahkan ratusan orang terluka hingga harus di rawat di rumah sakit dengan cedera serius.

Masyarakat Hong Kong yang kebetulan tidak ikut turun kejalan menunjukkan partisipasinya dengan cara lain. Mereka memberikan diskon untuk setiap para pengunjuk rasa yang datang ke toko mereka dan membeli peralatan pelindung seperti helm, payung, dan bahkan masker.

Anak-anak muda ini tidak takut mati. Mengapa kita harus takut kehilangan uang atau terancam bangkrut? ” demikian salah seorang pemilik toko berujar.

Sebagian besar pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong berlatar belakang pendidikan tinggi. Rata-rata mereka berusia dua puluhan, menurut survei terbaru oleh beberapa universitas.

Sumber: www.hongkongfp.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.