Press "Enter" to skip to content

Jangan Lakukan Kesalahan Ini Saat Interview Kerja!

  •  
  •  
  •  
  •  
Illustrasi: Interview Kerja

Siapa pun yang telah mendapatkan undangan wawancara kerja setidaknya telah melewati satu rintangan terbesar. Namun jangan sampai wawancara tersebut menjadi kacau dan membuyarkan untuk bisa bekerja di perusahaan yang diimpikan.

Pelamar yang kurang siap dan naif dalam proses aplikasi dapat dengan cepat kehilangan kesempatan mereka pada saat wawancara. Berikut ini beberapa contoh yang sayangnya terjadi berulang kali ketika pelamar memasuki sesi wawancara dengan perusahaan.

1. Melupakan kontak person
Ini sangat memalukan. Benar, kalau anda telah mengirimkan ratusan lamaran kerja. Tapi jangan sekali-kali melupakan siapa yang mengundang anda dan dengan siapa nantinya anda akan berbicara. Hindari kesalahan ini dengan membaca secara detail surat undangan wawancara. Tandai, kalau perlu google atau lihat profil pewawancara di Facebook, Linkedin, atau jaringan media sosial lainnya.

2. Malas mencari tahu profil perusahaan
Kurangnya pengetahuan tentang perusahaan, produk dan layanan serta pekerjaan yang ditawarkan menjadi sangat berbahaya. Biasanya pewawancara dari departement personalia mengajukan pertanyaan terbuka, seperti, “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?”
Kurangnya pengetahuan anda diakibatkan rasa malas untuk ‘menyelidiki’ akan memberikan efek minus. Karena pertanyaan ini biasanya akan dilanjutkan dengan, “Apa yang membuat Anda memenuhi syarat khususnya untuk pekerjaan ini?

Bagaimana anda bisa menjawabnya dengan baik, sedangkan profil perusahaan sendiri anda tidak tahu?

3. Kritik yang tidak bijak
Anda boleh saja memberikan ide-ide segar ketika ditanyakan apa yang akan anda lakukan seandainya anda diterima. Jangan terlaku terburu-buru meberikan sesuatu yang baru dan ekstrim dan membandingkan dengan yang sudah ada. Perusahaan, terutama calon atasan akan merasa dikritik. Ini akan menjadi nilai minus juga.

Sebaiknya anda cukup menjawab, “Saya akan pelajari apa yang ada dahulu di departement ini. Akan banyak hal-hal yang menjadi kejutan atau bahkan secara prinsip sangat bagus, hanya barangkali penerapan yang belum maksimal”.

4. Berbohong dalam menulis CV
Orang yang diwawancarai anda tiba-tiba berbicara dalam bahasa Jerman. Anda diharapkan untuk menjelaskan riwayat karir anda dalam bahasa tersebut. Anda lupa, kalau dalam CV anda menuliskan, “German Languange: Good”

Begitu anda tergagap menjelaskan dengan seksama, anda selesai.

Ingat, jangan pernah berbohong dalam menuliskan CV.

4. Tidak ingat apa yang dituliskan dalam CV

Anda diharapkan bisa menerangkan kemampuan anda saat wawancara. Hal-hal teknis ini biasanya diajukan oleh calon atasan atau salah seorang engineer yang juga ikut diundang untuk hadir. Mereka biasanya telah mempelajari CV anda dengan seksama.

Lupa atau bahkan menuliskan sesuatu yang mengada-ada dalam CV membuat anda tidak kompeten menjawab semua pertanyaan yang ada. Kalau ini terjadi, anda masuk kotak.

5. Jawaban standar dan kaku
Seringkali pelamar kerja menghapalkan apa yang dituliskan di CV. Namun anda lupa, CV tidak untuk dihapal, CV adalah rangkuman dari skill dan pengalaman kerja anda selama ini. Bisa saja anda menghapalnya, namun hal tersebut akan segera terungkap dalam sesi wawancara. Jawaban anda akan menjadi standard dan tidak bisa mengembangkan topik sesuai dengan yang diminta. Kenapa? Karena pengalaman anda memang tidak ada.

Baca juga: Bekerja di Jerman: Haruskah Menuliskan Gaji Yang di Minta di CV?

Jadi, tuliskan betul-betul riwayat kerja dan skill yang anda kuasai di CV. Jangan sampai ada kesenjangan antara apa yang anda tulis dengan pengalaman anda sendiri.

6. Presentasi diri yang buruk
Jangan gugup dan jangan terlalu berdiplomasi. Anda bisa melatih wawancara sendiri didepan cermin. Atau setidak-tidaknya selalu evaluasi hasil wawancara kerja sebelumnya. Anda akan banyak belajar disini. Selalu simulasikan dengan teman jika anda memiliki orang-orang yang bisa membantu.

Ingat, siapapun yang tidak bisa memberikan jawaban profesional, tidak bisa menunjukkan kejujuran dan motivasi saat wawancara, anda akan dianggap tidak siap dan tidak memenuhi syarat.

Jadi, sering-seringlah berlatih wawancara, kuasai bahan, dan jangan pernah menghapal apa yang anda tulis di curriculum vitae.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.