Press "Enter" to skip to content

Mahasiswa Hong Kong, “Kami Tidak Takut!”

  •  
  •  
  •  
  •  
Mahasiswa Hong Kong, “Kami Tidak Takut!”

Akhir pekan di awal Oktober ini terjadi lagi bentrokan besar antara puluhan ribu pengunjuk rasa dengan polisi di beberapa lokasi. Bentrokan tersebut

diwarnai dengan tembakan gas airmata, ayunan tongkat pemukul, dan beberapa penangkapan. Sementara itu beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu bata dan bom bensin ke polisi ketika malam tiba.

Para pengunjuk rasa tersebut tetap bersikeras menggunakan topeng menyembunyikan wajah mereka sebagai bentuk perlawanan menentang undang-undang darurat era kolonial yang diajukan oleh pihak berwenang pada hari Jumat, yang melarang masker wajah. Para pengunjuk rasa akan menghadapi hukuman maksimal satu tahun penjara karena melanggar aturan tersebut.

Pada aksi bentrok tersebut, polisi berhasil melakukan beberapa penangkapan dengan dalih aturan yang baru digulirkan jumat kemarin. Para polisi mengikat pergelangan tangan pengunjuk rasa dengan kabel dan membuka topeng wajah mereka sebelum menempatkannya di bus. Beberapa pengunjuk rasa berbaring dalam posisi tengkurap di tanah, pergelangan tangan mereka diikat ke belakang, setelah sebelumnya ditembak dengan semprotan merica dan pentungan.

Baca juga: Demonstran Gunakan Helm Dan Payung Lindungi Diri Dari Kebrutalan Polisi!

“Undang-undang anti-topeng hanya memicu kemarahan kita dan lebih banyak orang akan datang ke jalan,” Lee, seorang mahasiswa Hong Kong yang mengenakan topeng biru, mengatakan pada hari Minggu, saat ia berbaris di tengah keramaian.

“Kami tidak takut dengan undang-undang baru, kami akan terus berjuang. Kami akan berjuang untuk kebenaran. Saya memakai topeng untuk memberi tahu pemerintah bahwa saya tidak takut akan tirani. ”

Aksi bentrok tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah pemimpin pro Beijing Carrie Lam menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan peraturan pelarangan penggunaan topeng, para pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan utama Hong Kong. Mereka meluapkan amarah mereka dengan membakar stasiun bawah tanah, merusak bank-bank dan sektor bisnis milik Cina daratan.

Sumber: uk.reuters.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.