Press "Enter" to skip to content

Garut tak jadi “Local Lockdown”, Hanya perketat wilayah Perbatasan

  •  
  •  
  •  
  •  

    Bupati Garut H. Rudy Gunawan

Ramainya sosial media atas permintaan masyarakat garut untuk segera me ” Lockdown” wilayah garut , Bupati Garut H. Rudy Gunawan menegaskan,

“Bukan Lockdown yang akan kita terapkan, melainkan memperketat wilayah perbatasan dengan melakukan pemeriksaan setiap ada orang yg masuk ke wilayah Garut.

Hal ini dilakukan dengan penuh pertimbangan, mengingat sebagian besar warga garut merupakan perantau, yang mana jika hal itu (Lockdown) dilakukan akan menimbulkan permasalahan baru (Kecemburuan Sosial) tegasnya. Kita perbolehkan Siapapun masuk dengan catatan, wajib melalui pemeriksaan yang ketat, terlebih jika orang tersebut pulang dari daerah yang dikategorikan ZONA MERAH
Dilematis memang, mengingat begitu cepatnya sebaran Covid- 19 yang seperti diketahui merupakan Pandemik Global, tapi disisi lain jika kebijakan ” Lockdown” dilakukan maka otomatis siapapun yag akan masuk dan keluar dari wilayah garut tidak diperbolehkan termasuk warga masyarakat sekalipun.

Selain memperketat wilayah perbatasan, Bupati garut juga telah mempersiapkan opsi lain dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp. 50 Milyar demi memutus mata rantai penyebaran Covid- 19 ini, adapun sumber anggaran yang dipersiapkan yaitu dari Pergeseran APBD. Salah satu langkah yang akan segera di terapkan yaitu dengan rencana pemberian Santunan Kepada tiap ODP sebesar Rp. 50.000,- /Hari dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa Isolasi mandiri dengan syarat ODP tersebut harus mematuhi perintah untuk tidak keluar rumah selama masa karantina/ Isolasi mandiri.

Sementara itu bagi masyarakat yang terdampak , yaitu pekerja yang berpenghasilan harian pihaknya sedang menunggu program yang sedang dipersiapkan Provinsi dan Pusat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.