Press "Enter" to skip to content

Dilema, dibalik kebijakan karantina

  •  
  •  
  •  
  •  

Pasar rakyat terkena dampak karantina wilayah corona virus.

Pesatnya penyebaran Wabah Covid- 19 memaksa para pemimpin daerah seakan berlomba untuk membatasi gerak setiap warganya dengan menerapkan kebijakan Karantina wilayah.

Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran yang semakin hari terus saja meningkat.
Lain kebijakan lain juga dampak bagi masyarakat yang keseharianya mengais rejeki di keramaian, hal ini tentu menjadi dilema tersendiri bagi mereka, di satu sisi mau tak mau harus mengindahkan himbauan dari pemerintah, tapi disisi lain mereka harus tetap berjuang untuk menghidupi keluarga.

Berikut daftar mata pencaharian yang terkena dampak kebijakan pemerintah terkait dengan pembatasan sosial :
1. Pasar
Meskipun berkali-kali pemda menegaskan bahkan melalui surat edaran bahwa tidak akan ada penghentian atau penutupan kegiatan pasar mengingat kebutuhan dasar masyarakat saat ini sebagian besar bersumber dari pasar, akan tetapi kekhawatiran masyarakat lebih besar sehingga penurunan yang signifikan terjadi di beberapa pasar sehingga pemandangan lenggang menjadi lumrah setiap hari. “Akibat corona yang biasa nya pengasilan lumayan, sekarang daganganpun masih tersisia banyak” Ujar Dodi seorang pedagang di Pasar Samarang Garut.

2. Terminal Angkot
Salah satu kebijakan belajar dirumah sangat berpengaruh sekali terutama untuk para sopir angkutan umum, yang mana berkurangnya penumpang sebagian besar dari kalangan Anak sekolah dan Mahasiswa, terlebih masyarakat yang merasa ketakutan untuk bepergian keluar rumah menjadi pukulan telak bagi para sopir angkot ini, terlihat lengang nya jalan disetiap jalur trayek yang kami kunjungi. Arif salah seorang sopir megatakan ” Jangankan untuk bawa uang ke rumah, Untuk bensin pun belum dapat meskipun udah bberapa rit tetep saja belum dapet, paling banyak 3 orang penumpang itu sudah bersyukur, belum lagi bayar retribusi kan tetep, juga Japrem di tiap titik gak boleh kelewat” tambahnya sambil memelas.

3. Warung Nasi / Pedagang Kaki lima
Penerapan kebijakan Sosial Distancing juga berimbas di sektor pedagang kecil yang mengaku serba salah, menurunnya pembeli yang datang akhirnya banyak pedagang yang melakukan tutup lebih awal , hal ini dilakukan dengan terpaksa jika berdagang pembeli berkurang bahkan gak ada, jika tidak berjualan juga nanti pendapatan dari mana, cetus seorang pedagang warung Nasi yang kami wawancarai.

Disiplin masyarakat melakukan swadaya karantina harus didukung pemerintah berupa bantuan paket ekonomi.

4. Penyedia Jasa / Seniman
Sektor yang paling merasakan dampak penyebaran Wabah Covid- 19 ini yaitu di sektor penyedia jasa, baik itu jasa pesta ,jasa hiburan dan lain sebagainya
Dikategorikan paling terdampak dikarenakan sektor ini membawahi komponen pekerja paling banyak, dan gak memungkinkan jika dilakukan WFH (Work From Home) ambil satu contoh saja WO (Wedding Organizer) misalnya, sektor jasa dibidang ini melibatkan banyak orang, yg setiap divisinya membawahi lagi banyak orang, Ada team Make Up, team Dekorasi, Team Entertainment (Musik, dokumentasi, crew), Team cattering, dll , bahkan ada kejadian di bebereapa tempat yg sudah terlanjur event nya berlangsung dibubarkan oleh aparat setempat. Ditambah jadwal yang sudah masuk di batalkan semua.

Beberapa sektor usaha diatas hanya sebagian, masih banyak sektor-sektor lainya yang mungkin lebih parah dampaknya. Jika langkah antisipatif ini tidak dibarengi dengan program yang kongkrit maka tidak menutup kemungkinan selain Wabah yang terus meningkat, juga tingkat kelaparan pun akan menjadi masalah baru yang akan muncul di kemudian hari (Sandi Pasdut).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.