Press "Enter" to skip to content

Isu Injil Bahasa Minang, Netizen Ini Hina Orang Minang!

  •  
  •  
  •  
  •  
Seorang Netizen Hina Masyarakat Minangkabau terkait Isu Injil Berbahasa Minang

Kisruh soal applikasi Injil berbahasa Minang yang mencuat beberapa waktu belakangan ini rupanya mendapatkan perhatian khusus bagi sebagian

netizen.

Masyarakat Minangkabau yang hidup berdasarkan Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah, sebenarnya telah lama dijadikan target pendangkalan akidah memalui gerakan misionaris yang berjalan sistematis dan terstruktur.

Tidak tahun ini saja, bahkan sekitar perioda 2010 lalu, dongeng rohani tentang “Good News” atau Gospel dalam bahasa Minang telah diupload di youtube.

Bahkan para missionaris ini pun telah berani mengeluarkan kisah-kisah pendek berbahasa minang yang menyelipkan pesan-pesan Injil di dalamnya.

Screenshot cuitan pemilik akun twitter @triefince yang mengandung ujaran kebencian.

Pasca gempa bumi menghantam Sumatera Barat 2010 lalu, misionaris kristen banyak beredar dan membagi-bagikan Alkitab. Mereka menggunakan bendera LSM Mitra Sejati dan Samaritan. Saat itu kordinator missionaris yang bernama Hendri tersebut tertangkap warga dan diserahkan kepada aparat keamanan.

Gerakan missionaris ini telah lama menimbulkan keresahan dan berpotensi memecah kerukunan bangsa, terutama kerukunan antar umat beragama. Umumnya mereka aktif didaerah-daerah miskin, terisolir, dan daerah tertimpa bencana.

Tidak heran, menurut MinangkabawNews pada 2015 lalu, seorang pakar kristen, Leo Suryadinata mengatakan pertumbuhan kristen di provinsi Sumatera Barat mencapai 7% pertahun.

Aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo) menghapus applikasi injil berbahasa Minang di Play Store patut mendapatkan pujian. Upaya-upaya mengacau dan merusak tatanan hidup masyarakat Minangkabau yang selama ini tentram harus sedapat mungkin dicegah.

Irwan Prayitno, dalam suratnya ke Menkominfo, menyatakan bahwa masyarakat Minangkabau sangat keberatan dan menolak keberadaan applikasi tersebut.

Sayangnya, seorang netizen pemilik akun twitter @triefince yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Minangkabau menanggapinya dengan negatif dan bahkan menuduh orang Minang “cepet ngamuk dan menghajar orang yang beda dengan mereka

Berdasarkan penelusuran, netizen yang diduga bernama asli Yola Vandergust ini memiliki hobi fotografi, memasak, dan bertempat tinggal di Oostende, Belgia.**

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.