Press "Enter" to skip to content

Posts published in “Information”

Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia, Pergerakan Menuju Merdeka (2)

Kampus STOVIA

Berbeda dengan perjuangan melawan penjajah yang dilakukam para pejuang pada awal abad XX, perjuangan yang dilakukan oleh sosok-sosok yang terdidik tersebut lebih terorganisir disertai visi dan misi yang lebih terkonsep.

Untuk mewadahi perjuangan mereka, sekaligus untuk mengekspresikan keprihatinan kalangan terdidik yang belajar di STOVIA, pada tanggal 20 Mei 1908 didirikanlah sebuah organisasi perjuangan modern yang diberi nama “Boedi Oetomo”. Tanggal berdirinya “Boedi Oetomo” inilah yang kemudian diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Meski awalnya Boedi Oetomo diperuntukkan bagi kalangan priyayi di Jawa, organisasi ini memberi pengaruh besar, karena menjadi inspirasi bagi lahirnya organisasi-organisasi sejenis di seluruh pelosok Indonesia yang memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah Boedi Oetomo berdiri, tidak berapa lama kemudian Sutan Kasayangan Soripada bersama para pelajar Indonesia yang ada di Belanda mendirikan Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Organisasi inilah yang dikemudian hari memiliki peran penting dalam melahirkan Sumpah Pemuda, lewat Kongres Pemuda II.

Tiga Serangkai Pendiri Indische Partij

Menyusul setelah Boedi Oetomo dan Indische Vereeniging, lahirlah organisasi-organisasi pergerakan yang lain, seperti Sarekat Dagang Islam yang dipimpin H. Samanhudi, Sarekat Islam yang dipimpin HOS Tjokroaminoto, serta yang lain. Hingga kemudian Tjipto Mangunkusumo. Soewardi Soerjaningrat dan Douwes Dekker mendirikan partai politik pertama, yaitu Indische Partij pada tanggal 25 Desember 1912.

Diluar organisasi pergerakan dan organisasi politik, lsosok-sosok terdiridik seperti ki Hajar Dewantara, ra Kartini dan Dewi Sartika, mendirikan lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat mencerdaskan anak-anak bangsa dari kalangan bawah yang tidak memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda.

Semangat nasionalisme-lah yang melatarbelakangi tokoh-tokoh tersebut dalam melakukan pergerakan dan perjuangan, agar bangsa Indonesia dapat bangkit untuk mewujudkan kemerdekaan. Semangat itu pula yang diharapkan dapat terpelihara dan ditumbuhkembangkan dalam dada bangsa Indonesia melalui momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional. (AGK)