Press "Enter" to skip to content

Posts published in “Information”

Menelusuri Jejak Sejarah Hancurnya Kerajaan Singasari dan Berdirinya Kerajaan Majapahit (2)

Ilustrasi Tentara mongol yang Menguasai sepertiga wilayah di dunia

Melawan Hegemoni Kekaisaran Mongol

Pada masa pemerintahan Kubilai Khan, Tiongkok mengalami masa-masa kejayaan. Pendiri Dinasti Yuan yang menjadi kaisar pada periode 1260 – 1294 ini, berhasil mempersatukan China dan menguasai 1/3 dunia karena nafsunya yang ingin selalu menjajah dan menguasai bangsa lain.

Tidak ada satupun kerajaan yang mampu melawan hegemoni Kekaisaran Mongol. Jepangpun takluk, karena meski tidak menjadi tanah jajahan dari Kekaisaran Mongol, namun Kaisar Jepang terpaksa memberikan upeti untuk dapat mengusir bala tentara Mongol dari tanah Jepang.

Nafsu untuk menjajah itu pula yang membuat Kubilai Khan mengirim Meng qi atau Men Shi ke Jawadwipa. Tujuannya tentu saja agar Kertanegara yang menjadi Penguasa Kerajaan Singhasari tunduk di bawah Kekaisaran Mongol serta membayar upeti.

Jauh dari harapan Kubilai Khan, Kertanegara yang juga memiliki nafsu untuk menjajah kerajaan lain dan bukan sebaliknya, bukannya tunduk kepada Kekaisaran Mongol atau setidaknya menerima utusan Kubilai Khan dengan baik, malah justru sebaliknya. Men Shi diperlakukan layaknya pencuri. Wajahnya dicap dengan menggunakan besi panas, telinganya dipotong, baru kemudian diusir.

Saat Men Shi kembali ke tanah Cina, sudah barang tentu Kubilai Khan murka, karena Kertanegara tidak hanya menolak untuk tunduk kepadanya tapi juga menyiksa dan mempermalukan utusannya.

Ilustrasi Kapal-kapal Tentara Mongol saat Akan Menyerbu Jawadwipa

Karena itulah pada tahun 1292, Kubilai Khan melakukan ekspedisi besar-besaran ke Jawadwipa dengan tujuan untuk menghukum Kertanegara. Dalam naskah Yuan shi disebutkan, saat itu prajurit yang dikirim untuk menyerbu Singhasari sebanyak 20.000 – 30.000 prajurit yang dikumpulkan dari Jiangxi, Fujian dan Huguang.

Puluhan ribu prajurit tersebut dipimpin Ike Mese (orang Uyghur), Shi-bi (orang Mongol) dan Gaoxing (orang Tiongkok). Para prajurit tersebut berangkat dengan menggunakan 1.000 kapal serta membawa bekal untuk kebutuhan selama satu tahun.

Kembali ke Singhasari, setelah berhasil menumpas sejumlah pemberontakan bersenjata, Raja Kertanegara melanjutkan lagi rencananya untuk melakukan ekspedisi ke Tanah Melayu pada tahun 1275 M. Ekspedisi tersebut dalam sastra jawa Kuna disebut Pamalayu yang artinya Perang Melayu.

Sesuai dengan rencana, ekspedisi ke Tanah Melayu memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kerajaan-kerajaan di Tanah melayu berhasil ditundukkan, mulai dari Kerajaan Dharmasraya di Jambi yang dipimpin Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa sampai dengan Kerajaan Sriwijaya yang ditundukkan tahun 1290.

Dengan ditundukkannya kerajaan-kerajaan di Tanah Melayu, Singhasaripun menjadi kerajaan terkuat di Nusantara pada saat itu. (bersambung) (AGK)