Press "Enter" to skip to content

Klopp,”Ini mimpi bagi semua fans MU!”

Jürgen Klopp, By Дмитрий Голубович – https://www.soccer0010.com/galery/1013448/photo/673304, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=62794875

Liga Inggris sepertinya menemukan rivalitas baru. Setelah selama hitungan dekade pembicaraan hanya seputar rivalitas Alex Ferguson dan Arsene Wenger. Manchester United dan Arsenal ibarat Tom dan Jerry, yang saling kejar-kejaran dan saling panas memanasi. Hal ini tidak hanya terbatas kepada pelatih, pemain di lapangan pun turut terlibat secara emosi dan fisik. Sebut saja Roy Keane (MU) cs yang selalu terlibat perang psikis dan bahkan kontak fisik dengan Patrick Vieira (Arsenal) cs.

Sebuah rivalitas yang seru, menegangkan, dan sekaligus menjadi memori indah bagi pencinta liga Inggris satu-dua dekade yang lalu.

Adalah Jose Mourinho, yang kemudian datang dari Porto dan menjadi pelatih Chelsea yang menjuluki dirinya sendiri sebagai “The Special One”. Pria berkebangsaan Portugal ini terkenal dengan kecerdasannya bermain kata-kata dan melakukan psy-war terhadap pelatih lawan. Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger adalah pelatih yang pernah panas telinganya karena psy-war nya Mourinho.

Terakhir Antonio Conte yang sempat mengemukakan istilah “Mourinho Syndrom” ketika menyindir pemecatan Mourinho setahun setelah membawa Chelsea juara Liga Inggris.

Bukanlah Mourinho namanya kalau tidak membalas. Seperti tahu dengan latar belakang Conte, didepan media pelatih yang pernah melatih Inter Milan dan Real Madrid ini berujar, “Saya tidak akan menghabiskan rambut saya untuk membahas masalah itu.”

Antonio Conte, semasa aktif bermain bola, memiliki rambut yang jauh dari sempurna. Penampilannya terselamatkan dengan melakukan transplantasi rambut yang berhasil tumbuh dengan sempurna.

Celetukan menohok, menonjok, dan jitu dari seorang Mou.

Termasuk ketika minggu lalu saat tersingkir dari babak 16 besar Liga Champion, entah karena angin apa Mou tiba-tiba berceletuk tentang Liverpool menanggapi kekalahannya dari Sevilla.

“Liverpool boleh saja masih di liga champion, tapi mereka tidak punya FA Cup”

Menanggapi celetukan tersebut, sepertinya Mou telah menemukan lawan yang sebanding. Conte bisa saja tidak berdaya dengan psy-war Mou. Tapi Klopp, pelatih Liverpool asal Jerman saat ini berada diatas angin. Begitu mengetahui hasil draw yang akan menghadapkan Liverpool dengan Manchester City, Klopp berujar, “(Liga Champion) Ini adalah hasil undian impian untuk setiap United fans”