Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “Australia”

Ribuan WNI di Australia Desak Pemilu Ulang

Antrean Pemilih di Depan Gedung yang Menjadi Lokasi TPS di Sidney, Australia

Sebanyak lebih dari 3000 WNI di Australia, menandatangani petisi yang mendesak agar dilaksanakan Pemilu ulang, menyusul adanya ratusan WNI yang dipaksa tidak bisa memilih karena tidak mendapat kesempatan untuk mencoblos.

Banyaknya WNI di Australia yang tidak dapat menyalurkan aspirasinya tersebut disebabkan karena membludaknya antrean di TPS pada satu jam menjelang berakhirnya waktu pencoblosan yang nota bene merupakan kesempatan mencoblos bagi DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri).

Sebagaimana informasi yang disampaikan PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) Sidney, Australia, pemungutan suara yang digelar di Sidney untuk melayani para pemilih yang tinggal di South Australia, Queenssland dan New South Wales. Pemungutan suara dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat dengan DPTLN (Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri) sebanyak 25.381 pemilih.

Pelaksanaan pemungutan suara untuk DPTLN berjalan dengan lancar. Namun berbeda saat dilangsungkan pemungutan suara untuk DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri) yang hanya diberi waktu satu jam, yakni pada pukul 17.00 – 18.00.

Banyaknya DPKLN alias pemilih yang tidak terdaftar, membuat antrean membludak hingga memenuhi pintu masuk gedung yang menjadi lokasi TPS. Hal itulah yang membuat petugas KPPSLN bekerja semaksimal mungkin dengan mempercepat pelayanan. Namun, upaya KPPSLN tidak dapat mengatasi persoalan, sehingga saat pemungutan suara berakhir pada pukul 18.00 dan pintu masuk gedung ditutup, masih banyak pemilih yang antre di depan gedung dan belum mendapat kesempatan untuk mencoblos.

“Beberapa TPSLN diharuskan meninggalkan gedung pada pukul 20.00. Bahkan telah dilakukan perpanjangan waktu penggunaan gedung untuk menyelesaikan proses pemungutan suara,” terang PPLN Sidney.

Dengan munculnya petisi yang mendesak agar dilaksanakan Pemilu ulang, Ketua PPLN di Sidney, Australia, Heranudin menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Pusat.

“Apabila Panwaslu merekomendasikan, kami siap,” kata Heranudin pada 15/04/2019. Ditambahkannya bahwa jika harus dilakukan pencoblosan ulang, maka tidak bisa dilaksanakan secepatnya karena butuh waktu untuk persiapaan logistik. (AGK)