Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “Jaayakatwang”

Menelusuri Jejak Sejarah Hancurnya Kerajaan Singasari dan Berdirinya Kerajaan Majapahit (3)

Hancurnya Kerajaan Singhasari

Ilustraasi Pemberontakan jayakaatwang

Berbanding terbalik dengan keberhasilan yang diperoleh dalam ekspedisi Pamalayu, kondisi dalam negeri yang kosong karena ditinggalkan oleh sebagian besar prajurit kerajaan, dimanfaatkan oleh para pejabat yang dipecat atau diturunkan jabatannya untuk melakukan pemberontakan yang dipimpin Mahisa Rangkah. Saat itu, Wiraraja menghasut Raja Muda Jayakatwang yang memerintah di Gelang-gelang untuk ikut memberontak agar dapat melakukan kudeta terhadap Kertanegara dan menduduki singgasana Raja Agung Singhasari.

Jayakatwang tidak serta merta menerima hasutan dari Wiraraja karena selain Kertanegara adalah saudara sepupunya dan istrinya yang bernama Nararya Turukbali adalah adik Kertanegara, dia juga merasa berhutangbudi pada Kertanegara karena yang mengangkatnya sebagai Raja Muda Gelang-gelang adalah Kertanegara. Itu sebabnya Jayakatwang meminta nasihat kepada Patihnya yang bernama Mahisa Mundarang.

Mahisa Mundarangpun menjelaskan bahwa leluhur Jayakatwang yakni Raja Kertajaya yang memerintah Kediri, meninggal karena dibunuh oleh Ken Arok yang selanjutnya mendirikan Kerajaan Singhasari dan bergelar Raja Rajasa.Sejak saat itulah Kediri berada di bawah jajahan Singhasari.

“Inilah kesempatan bagi Paduka untuk membalaskan dendam kematian Raja Kertajaya dan membangun kembali kerajaan Kediri,” nasihat Mahisa Mundarang.

Ilustrasi Pemberontakan Jayakatwang

Mendengar nasihat dari orang yang paling dia percaya, Jayakatwang pun segera memerintah untuk menyerbu Singhasari dari dua arah. Jaran Guyang bersama pasukannya menyerang dari utara Singhasari sedang Mahisa Mundarang menyerang dari sisi Selatan.

Karena sebagian besar tentara Singhasari mengikuti ekspedisi Pamalayu, sedang tentara yang berada di Keraton tidak siap untuk berperang, membuat bala tentara Jayakatwang tidak sulit  untuk menaklukkan Singhasari.

Melalui pertempuran yang sengit, Raja Kertanegara, Mpu Raganata, Panji Angragani dan Wikreti akhirnya gugur dalam medan pertempuran. Tewasnya Kertanegara pada tahun 1292 tersebut menandai berakhirnya sejarah Kerajaan Singhasari. Selanjutnya, Jayakatwang yang menduduki singgasana Raja Agung, memindahkan pusat pemerintahan ke Kediri dan menjadikan Singhasari sebagai negara bawahan.

Pemberontakan yang dilakukan Jayakatwang tidak hanya membumihanguskan Keraton Singhasari, tapi juga menghabisi nyawa sebagian besar keluarga kerajaan. Beruntung, Raden Wijaya, menantu Kertanegara yang memiliki hubungan dekat dengan Wiraraja, diampuni oleh Jayakatwang berkat bantuan dari Wiraraja.

Raden Wijaya selanjutnya diberi tanah hutan di daerah Tarikh atau daerah gersang dan disuruh membuka hutan untuk mendirikan desa. Dikemudian hari desa tersebut diberi nama Majapahit yang berasal dari nama buah “Maja” yang rasanya pahit. (bersambung) (AGK)