Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “kubilai khan”

Menelusuri Jejak Sejarah Hancurnya Kerajaan Singasari dan Berdirinya Kerajaan Majapahit (4)

Serangan Bala Tentara China dan Berdirinya Kerajaan Majapahit

Ilustraasi Tentara Mongol Saat Masuk ke Tanah Jawa

Disaat Desa Majapahit semakin berkembang dengan jumlah penduduk yang juga semakin bertambah, Pasukan Yuan – Mongol mulai berangkat melakukan ekspedisi ke Jawadwipa untuk menaklukkan Singhasari dan membalaskan perlakukan Kertanegara yang telah menyiksa Men Shi, utusan Kubilai Khan.

Pasukan China tersebut berangkat dari Quanzhou Selatan dengan menyusuri pesisir Dai Vet serta Champa. Dengan membawa 1.000 kapal yang ditumpangi 20.000 – 30.000 tentara, membuat negara-negara kecil yang ada di Malaya langsung tunduk tanpa memberikan perlawanan.

Bala tentara yang dipimpin Ike Mese, Shi-bi dan Gaoxing tersebut sempat singgah di Ko-lan (sekarang Pulau Belitung) pada Januari 1293 sebelum akhirnya tiba di Pulau Jawa, tepatnya di Pelabuhan Tuban pada 1 Maret 1293.

Pasukan besar tersebut oleh Shi-bi selanjutnya dipecah dengan mengirim sebagian besar pasukan untuk melewati jalur darat dan sebagian menyusuri sungai dengan menggunakan perahu.

Raden Wijaya yang mengetahui kedatangan pasukan Mongol, berusaha memanfaatkannya dengan berjanji untuk tunduk pada Kubilai Khan serta menjalin sekutu untuk bersama-sama melawan Jayakatwang. Berdasarkan naskah Yuan Shi, Raden Wijaya memberikan peta  daerah Kalang kepada Pasukan Mongol dan secara bergelombang menyerang pemerintahan Jayakatwang yang berpusat di kediri.

Dalam naskah Yuan Shi diceritakan, pasukan Raden Wijaya mulai melakukan penyerangan pada hari ketujuh, disusul pasukan Gaoxing dan Ike Mese pada hari kedelapan, sehingga prajurit Daha atau prajurit Kediri berhasil dikalahkan dan sebagian dari pasukan yang masih hidup lari menyelamatkan diri ke pegunungan.

Puncak pertempuran terjadi pada hari kesembilanbelas dengan bergabungnya pasukan Raden Wijaya dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan seratus ribu lebih pasukan Daha. Dalam pertempuran tersebut 2000 lebih pasukan Kediri tewas terbunuh sedang sisanya melarikan diri menuju ke sungai sebelum akhirnya ditenggelamkan. Dalam pertempuran tersebut, Jayakatwang berhasil dikalahkan.

Setelah berhasil menaklukkan Daha, tentara Mongol yang dimabuk kemenangan merayakannya dengan berpesta pora. Disaat itulah Raden Wijaya meminta ijin untuk kembali ke Majapahit dengan alasan menyiapkan pembayaran upeti bagi kekaisaran Mongol serta membuat surat penyerahan diri ssebagai pertanda takluk terhadap kekaisaran Mongol.

Ilustraasi pertempuran antara pasukan Majapahit melawan Prajurit Mongol

Permintaan ijin Raden Wijaya disetujui oleh dua panglima perang Mongol, Shi-bi dan Ike Mese, sedang Gaoxing sebaliknya. Sehingga akhirnya diputuskan, Raden Wijaya diijinkan untuk pulang ke Majapahit dengan pengawalan 200 prajurit Mongol tanpa senjata.

Raden Wijaya yang sudah mengatur siasat sejak jauh hari, begitu sampai di Majapahit langsung memobilisasi para prajuritnya dan menyergap prajurit Mongol yang datang tanpa senjata. Tanpa adanya perlawanan yang berarti 200 tentara Mongolpun berhasil dibunuh dan sisanya ditahan.

Setelah itu, Raden Wijaya bersama pasukannya langsung bergerak menuju ke kamp utama pasukan Mongol dan  melakukan serangan secara tiba-tiba. Sudah barang tentu para prajurit Mongol yang tengah menggelar pesta, bahkan tidak sedikit yang dalam kondisi mabuk, tidak dapat memberikan perlawanan dan tewas di tangan prajurit-prajuritr Majapahit.

Sisa-sisa dari prajurit Mongol yang selamat berusaha melarikan diri ke kapal mereka. Namun serangan Raden Wijaya tidak hanya berhenti sampai di darat, di lautpun armada pasukan Jawadwipa terus membombardir kapal Mongol hingga pergi meninggalkan kawasan pantai.

Pasukan Mongol yang berada di tengah laut lepas, pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke Quanzhou, karena angin Muson yang membawa mereka kembali ke daratan China akan segera berakhir. Bila terus memaksakan diri bertahan di tengah laut, besar kemungkinan mereka akan terjebak di Pulau Jawa hingga 6 bulan ke depan, sementara persediaan makanan semakin menipis.

Alhasil, untuk pertama kalinya ekspedisi tentara Mongol yang ingin menaklukkan negara-negara lain di dunia, untuk pertama kalinya mengalami kegagalan dengan sangat mengenaskan, karena sejumlah kapal hancur dan sebanyak 3000 prajurit tewas dalam peperangan ditambah ribuan lainnya yang ditawan serta tidak diketahui keberadaannya.

Karena kegagalan tersebut, Kubilai Khan menghukum Shi-bi dan Ike Mese dengan menyita 1/3 harta kekayaannya ditambah 70 kali cambukan, sedang Gaoxing justru diberi hadiah 50 tail emas karena berjasa melindungi pasukan sehingga terhindar dari kehancuran total.

Pasca hancurnya Kerajaan Daha dibawah kepemimpinan Jayakatwang dan gagalnya hegemoni Kerajaan Mongol atas Jawadwipa, Majapahitpun menjelma menjadi kerajaan besar dan setahap demi setahap mulai menancapkan kekuasaannya di bumi Nusantara. (AGK)