Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “Pahlawan Indonesia”

Laksamana Malahayati era Modern, Mirah Sumirat Srikandi Buruh Wanita Indonesia

Lukisan Peperangan Laksamana Malahayati

Siapa tak kenal sosok pemberani Laksamana Malahayati. Ia merupakan putri Laksamana Mahmud Syah yang lahir di tahun 1550. Namanya sendiri memiliki arti sebuah batu yang indah, bercahaya, dan memiliki kesaktian.

Serupa dengan namanya, Keumalahayati yang sudah terbiasa dengan dunia angkatan laut dan peperangan, tumbuh menjadi sosok yang tak kenal takut. Selain mendapatkan ilmu militer dari sang ayah dan kakeknya, Laksamana Muhammad Said Syah, Keumalahayati pun menimba ilmu di pusat pendidikan tentara Aceh, Baitul Makdis.

Kabarnya, di sekolah tersebut ia menemukan jodohnya, seorang pemuda yang gagah berani. Namun, Keumalahayati harus menerima kenyataan ketika sang suami gugur di medan perang saat bertempur melawan Portugis di Teluk Haru.

Meski hatinya sedih, Laksamana Malahayati bangkit dan membentuk armada perang yang anggotanya para janda, Inong Balee. Seiring berjalannya waktu, para gadis pun tertarik dan bergabung dengan Inong Balee.

Berbekal rencong, Keumalahayati berhasil membunuh Cornelis de Houtman di atas geladak kapal milik sang penjajah rempah-rempah. Tak hanya berjiwa pemberani, Keumalahayati pun dikenal sebagai seorang diplomat ulung. Ia kerap ditugaskan oleh sang Sultan Aceh untuk melakukan perundingan dengan utusan negara lain, termasuk Belanda.

Sosok Laksamana Malahayati era Modern

Berkat kehebatannya, nama Laksamana Malahayati tidak hanya harum di Nusantara, tetapi hingga dunia internasional. Bahkan, Ratu Elizabeth pertama mengirimkan Lanchester ke bumi pertiwi hanya untuk mencari Keumalahayati.

Keumalahayati wafat di tahun 1615 saat dirinya berjuang melawan Portugis di Selat Malaka. Ia dimakamkan di Bukit Lamkuta, Krueng Raya, Aceh Besar. Meski ratusan tahun berselang, namanya tetap bersinar.

Mirah Sumirat, Simbol Perlawanan Kapitalisme Asing

Keumalahayati masuk dalam 10 Best Woman Warrior dan 7 Warlord Woman in History. Barangkali, sosok Guardian of The Aceh Kingdom di era modern ini tercermin dalam diri Mirah Sumirat.

Wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Islam Empat Lima Bekasi ini dikenal gigih dalam membela hak-hak para buruh wanita bahkan ia dijuluki Srikandi Buruh Perempuan.

Baca juga: Mirah Sumirat, “Kami siap melawan jika Investasi Asing berubah menjadi Invasi Asing!

Dengan semangat membara, Mirah Sumirat sang Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia sekaligus Presiden UNI Asia Pacific Women’s Committee periode 2015-2019 semakin berani untuk memperjuangkan hak buruh wanita.

Maklum saja, selama ini buruh wanita kerap merasakan diskriminasi dan diperlakukan tidak adil bahkan tak sedikit wanita yang mengalami pelecehan seksual. Namun, dengan suara lantang dan perjuangan Mirah Sumirat, keberanian wanita Indonesia bangkit.

Wanita yang semula takut bersuara, kini lantang menyuarakan hak-haknya. Kegigihan Mirah Sumirat menjadi inspirasi kaum hawa. Ia sederhana, tetapi orator yang handal dan bermental baja.

Mirah Sumirat yakin bahwa keadilan dan kesetaraan para buruh wanita layak untuk diperjuangkan. Selalu optimis dan berani adalah kunci kekuatan Mirah Sumirat. Layaknya Laksamana Malahayati, Mirah Sumirat merupakan contoh nyata pejuang kaum wanita. (efs)