Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “Tips Bekerja di Jerman”

Ingin Bekerja di Jerman? Ini Triknya! (II)

By Frank SchwichtenbergOwn work, CC BY-SA 4.0, Link

Sayangnya, meski kamu tinggal di Jerman atau lulusan perguruan tinggi di Jerman, tidak menjadikan bekerja di Jerman menjadi mudah. Peluang kerja sangat luas, tetapi bukan berarti mudah mendapatkan pekerjaan impian. Jika mudah, tidak akan ada yang namanya kegagalan.

Kendati demikian, jangan patah semangat karena banyak masukan berharga yang dapat kamu ambil dari mantan pelajar yang sudah bekerja tahunan bahkan belasan tahun di Jerman.

Baca juga: Ingin Bekerja di Jerman? Ini Triknya! (I)

Rajin Mencari Peluang Kerja

Yang paling penting, kamu harus rajin mencari lowongan pekerjaan di situs perusahaan besar. Jangan hanya mengandalkan lowongan kerja dari situs stepstone.de dan monster.de karena kebanyakan pekerjaan yang tersedia berasal dari firma outsourcing.

Pastinya, kamu paham betul jika nantinya di terima dan hanya bekerja sebagai outsourcing, seperti mengerjakan proyek di Bosch. Ingat, tidak ada jaminan mengenai masa kerja, jenjang karir, dan kesejahteraan.

Kamu bisa saja mendapatkan posisi pekerjaan bergaji tinggi, tetapi jika membatasi kemampuanmu, untuk apa? Bukankah, pengalaman adalah sesuatu yang sangat berharga bahkan tidak dapat dibeli dengan uang. Maka, carilah pekerjaan yang benar-benar bisa membuatmu berkembang dalam banyak hal.

Tips Melamar Kerja di Jerman

Supaya proses pencarian kerja berjalan mulus, ada sejumlah hal yang wajib kamu siapkan, di antaranya sebagai berikut.

  1. CV dan Cover Letter

Siapkan CV dan Cover Letter dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Jerman. Gunakan saja template cover letter yang tersedia di internet karena mudah diubah sesuai dengan kualifikasi yang kamu miliki.

Promosikan dirimu dalam bahasa yang mudah dipahami, ringkas, tetapi padat. Jangan menulis cover letter terlalu panjang sebab kebanyakan HRD jarang sekali mau membacanya.

  1. Strategi Muhammad Ali “Hit and Run”

Jangan bersedih jika lamaran yang kamu ajukan ditolak. Faktanya, banyak pekerja high-skill yang mengirimkan ratusan aplikasi sebelum akhirnya diterima bekerja di Jerman. Kamu tidak sendiri. Jangan mudah patah semangat!

Ingat strategi Muhammad Ali, hit and run. Kirim lamaran dan lupakan. Kirim lamaran, lupakan. Tidak perlu baper berkepanjangan! Toh rezeki tidak ke mana.

  1. Jangan menjadi Pemilih

Siapa tak ingin bekerja di perusahaan besar? Kebanyakan orang hanya menargetkan perusahaan besar yang tingkat persaingannya tinggi. Kamu tidak perlu demikian. Kirim lamaranmu ke seluruh perusahaan, tanpa membedakan besar atau kecil. Jangan terlalu pemilih.

Jadikan pekerjaan pertamamu sebagai batu loncatan. Tidak ada salahnya bekerja di kampus sebagai research engineer. Bertahanlah selama dua hingga tiga tahun. Setelah mendapatkan cukup pengalaman, cari perusahaan lain. Dengan begitu kemampuanmu akan semakin berkembang pesat.

Baca juga: Hati-hati, Ini hal-hal yang tidak boleh di lakukan di Jerman!

Pakai Cara Ini Untuk Menghindari Dobel Aplikasi

Mengirimkan banyak lamaran bisa membuat kamu pusing. Supaya kamu tidak mengirim dobel aplikasi dan memudahkan kamu memilah e-mail, gunakan cara di bawah ini ya!

  • Membuat Folder di Komputer

Buatlah folder untuk template, kirim, dan tolak di komputer untuk memudahkan kamu memfilter perusahaan mana saja yang sudah kamu lamar. Untuk traceability buat format standar, misalnya CV_[Nama kamu]_[Perusahaan yang Dituju].pdf dan CoverLetter_[Nama kamu]_[Perusahaan yang Dituju].pdf.

Sebagai contoh, Max Mustermann hendak melamar ke perusahaan XYZ GmBH maka formatnya adalah CV_MaxMustermann_FirmaXYZ.pdf dan CoverLetter_MaxMustermann_FirmaXYZ.pdf.

  • Membuat Folder Lamaran di Mailbox

Alangkah baiknya kamu juga membuat folder lamaran terkirim dan lamaran ditolak. Masukkan semua sent e-mail lamaran ke dalam folder lamaran terkirim, sedangkan untuk e-mail penolakan masukkan ke dalam folder ditolak.

Dengan mengikuti sejumlah tips di atas, peluang untuk bekerja di Jerman terbuka lebih lebar. Yang terpenting, jangan lupa untuk berdoa dan meminta restu dari orang tua, keluarga, kerabat, dan saudara di kampung halaman. Selamat berjuang dan semoga berhasil! (selesai/efs)